Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juli 2013

Resensi Stroycake For Your Life Mompreneur : Berbagi Kisah Suka Duka Berbisnis Para Ibu


Judul Buku      : Storycake for Your Life, Mompreneur
Penulis             : Ari Kurnia, Tri Wahyuni Zuhri, Retno Dwi, dkk.
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 259 hal
Tahun              :2013

Apa yang ada dibenak Anda saat membaca kisah-kisah tentang suka duka berbisnis dari 34 para ibu? Tentunya akan membangkitkan rasa penasaran sekaligus ingin tahu,  mengenai perjuangan mereka dalam meniti bisnis sembari tetap bisa fokus mengurus rumah tangga.  Buku Storycake for your life mompreneur, merupakan buku antologi  terbaru terbitan PT. Gramedia Pustaka bekerjasama dengan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dan Ibu-Ibu doyan Bisnis (IIDB).      
Membaca buku setebal 259 halaman ini, seakan membawa kita mengamati dan merasakan satu persatu kisah para ibu yang penuh semangat walaupun terkadang jatuh bangun untuk tetap mandiri membangun usahanya sendiri.  Para mompreneur yang notabene pula berperan ganda, bertutur bagaimana mereka harus membagi waktu dan pikiran untuk mengatur kegiatan berbisnis dan kewajiban sebagai istri dan ibu.
Memang bukan hal yang mudah, bahkan tidak jarang mereka merasakan sedih, kecewa, bahkan hampir menyerah untuk menjalankan bisnis tersebut. Namun, keteguhan hati dan rasa optimis kerap menjadi penyelamat bagi diri mereka untuk selalu bangkit dan kembali melangkah.Walaupun kegiatan berbisnis hampir dilakukan dari rumah, namun mereka mampu mendapatkan penghasilan bagi keluarga. Dukungan keluarga terutama suami, anak-anak serta para sahabat turut menjadi andil dalam suksesnya bisnis yang mereka jalankan.

34 orang penulis buku ini tidak hanya berasal dari Indonesia saja, tetapi ada pula yang berdomisili di luar negeri. Yang menarik ada 2 penulis berasal dari Kaltim yaitu Tri Wahyuni Zuhri dan Retno Dwi.  Tri Wahyuni Zuhri yang saat ini berprofesi sebagai mompreneur sekaligus trainner dalam penulisan, bertutur mengenai kisah jatuh bangunnya saat menangani bisnis Event Organizer (EO). Bisnis EO yang dirintisnya kerap mengalami berbagai tantangan. Namun dengan kerja keras dan rasa optimis, dia mampu menaklukkan tantangan tersebut.

Demikian pula kisah Retno Dwi.  Berawal dari keputusannya untuk fokus keluarga maka ia pun  memulai bisnis dari rumah. Walaupun  mengalami fase yang penuh perjuangan, akhirnya Retno pun berhasil menjalankan bisnisnya di bidang kuliner. Kegiatan bisnisnya ini pun di dukung penuh suami dan anak-anaknya.  Ada pula kisah Bunda Haifa yang berbisnis dibidang kue. Profesinya tersebut acapkali membuatnya harus mengatur waktu dan tenaga untuk melayani pelanggan dan keluarga. Terlebih ia pun berprofesi sebagai penulis buku yang kerap dikejar dateline naskah oleh penerbit. Namun dengan disiplin waktu dan tetap menjaga profesionalisme, ia bisa menjalani semua kegiatan tersebut. 
Banyak jalan menuju roma, setidaknya hal itu yang bisa digambarkan dalam buku ini. Termasuk bagaimana sebuah hobby menjadi bisnis.  Roza Rianita salah satu ibu yang berhasil merubah hobby membuat kerajinan menjadi pundi-pundi pendapatan baginya. Sejak masih gadis, Roza sangat tertarik dengan bisnis kerajinan, antara lain parcel dan hantaran pernikahan belakangan ia mengembangkan bisnis weeding organizer. Roza pun kerap menjadi narasumber pelatihan sekaligus penulis beberapa buku keterampilan.

Tidak ada yang tidak mungkin bila selalu berusaha. Begitulah yang hendak disampaikan oleh para ibu di buku ini.  Mereka dengan berbagai latar belakang yang berbeda ternyata mampu menangkap berbagai peluang, mewujudkan berbagai ide ataupun mengembangkan hobby menjadi hal-hal positif yaitu berbisnis.  Tentu saja buku ini menjadi rekomendasi bagus untuk para ibu yang memiliki keinginan memulai bisnis. Ataupun bagi  para ibu yang telah menjalani bisnis untuk terus menambah motivasi berbisnis.
Read More

Jumat, 01 Maret 2013

Resensi Jejak Tokoh Inspiratif - Ezrinal Azis


Menapak Kisah Para Tokoh Inspiratif
Oleh : Tri Wahyuni Zuhri
(Penulis, Trainner, Koord. IIDN Bontang)
Judul : Jejak Tokoh Inspiratif
Penulis : Ezrinal Azis
Penerbit : Alfa Publisher & Studio Kata
Hal: 138 Halaman
Tahun : 2013

Tidak banyak buku yang mengulas secara cerdas dan kritis jejak tokoh-tokoh Inspiratif Nasional maupun dunia, dari masa lalu hingga masa kini. Buku Jejak Tokoh Inspiratif karya Ezrinal Azis, merupakan salah satu buku tersebut.
Buku Jejak Tokoh Inspiratif terbitan Alfa Publisher dan Studio Kata ini berisi 26 kisah dari para tokoh inspiratif menurut versi penulis. Buku ini merupakan buku ketiga dari Ezrinal Azis, setelah sebelumnya pernah melahirkan buku Cerita Hati dan Sebening Air Mata.
Ada hal yang menarik dari profil Ezrinal Azis, selain sebagai penulis yang produktif, ternyata saat ini, Ezrinal menjabat dalam posisi penting di salah satu perusahaan terbesar di Kaltim, yaitu PT. Pupuk Kaltim. Tentu saja patut di apresiasi, karena ditengah kesibukan beliau, tetap bisa melahirkan karya-karya yang mampu mempesona pembacanya.
Kisah yang ditutur dalam buku ini dikemas dengan bahasa ringan, sederhana, kritis namun tetap bersahaja. Hal ini mencerminkan bagaimana cara pemikiran cerdas dan kritis sang penulis. Penulis mencoba menampilkan rekam jejak tokoh inspiratif dari sudut pandang pemikirannya secara jujur dan tulus.
Sebut saja tokoh-tokoh inspiratif yang coba penulis tuangkan dalam bukunya. Dari Amien Rais, Barbara Streisand, Munir, Cak Nur, Dalailama, Khalil Gibran, Umar Bin Khattab, Kartini, Mahatma Gandhi, Barack Obama, KH. Ahmad Dahlan, Jokowi - Ahok, dan beberapa tokoh lainnya.
Jokowi Ahok, adalah pasangan tokoh paling fenomenal belakangan ini ternyata mampu mencuri perhatian penulis. Penulis menggambarkan Jokowi sebagai fenomena yang menggembirakan sekaligus memberikan harapan kepemimpinan di negeri ini. Ahok pun tidak luput dari perhatiannya. Keberanian Ahok menangani anggaran keuangan pemerintah Jakarta, mendapat apresiasi masyarakat. Duet Jokowi Ahok memang bersumber pada kesungguhan, tekad, dan kerja keras.
Berbicara mengenai Kartini, penulis melihat Kartini sebagai sosok yang visioner. Sosok yang berkeyakinan bahwa melepaskan kaum perempuan dari kebodohan merupakan kemerdekaan sejati. Kemerdekaan sejati bukan hanya lahiriah ataupun politik, tetapi kemerdekaan dalam arti lebih utuh.
Penulis berkesempatan berkeliling dan tinggal di beberapa negara. Hal itu pun ternyata menjadi salah satu inspirasinya dalam menulis kisah inspiratif buku ini. Salah satunya saat penulis berkesempatan tinggal selama 2 tahun di Thailand. Penulis merasakan bagaimana pengaruh Raja Thailanddalam kehidupan masyarakat disana. Di Thailand, hubungan emosional kecintaan dan ketulusan antara raja dan rakyat masih terpelihara sampai saat ini. Hubungan itu pun diwujudkan dalam bentuk pembangunan dan kemakmuran.
Dalam beberapa tulisan, Penulis pun mencoba mengambil presepsi dari pemikirannya. Sebut saja kisah Irsyad Manji, seorang pemikir perempuan feminis revolusioner yang ternyata di nilai negatif sebagian orang. Namun Ezrinal seolah bisa mengambil sebuah sisi positif dari tokoh tersebut. Tentu saja, diperlukan wawasan luas sekaligus kritis untuk bisa menemukan sisi lain dari Irsyad Manji.
Buku ini semakin menarik dengan ilustrasi wajah para tokoh inspiratif yang di besut oleh Ilusator Sunaryo Broto. Membuat buku ini serasa lebih hidup dan bermakna. Semoga buku ini bisa menginspirasi dan pembaca dapat mengambil hikmah terkandung dalam jejak rekam tokoh yang diulas penulis. Sekaligus bisa terus menambah semangat menulis kepada masyarakat Kaltim, seperti yang dilakukan penulis di tengah kesibukannya bekerja. Selamat membaca..

Read More

Resensi Buku Keseimbangan Hidup Perempuan Stilleto Book



Resensi Buku Keseimbangan Hidup Perempuan

Oleh : Tri Wahyuni Zuhri
(Penulis, Trainner, Koordinator IIDN Bontang)

Judul : Keseimbangan Hidup Perempuan
Penulis : Irni Fatma Satyawati, S.Psi dan Asri Rachmawati
Penerbit : Stilleto Book
Jumlah Halaman : 194
Tahun : 2012

Menjadi seorang perempuan, merupakan anugrah luar biasa bagi saya. Dengan menapaki kondrat sebagai perempuan, membuat saya sadar betapa mulianya sosok makluk bernama perempuan tersebut.
Tuhan memberikan berbagai anugrah kelebihan yang hanya dimiliki perempuan. Tidak hanya kelebihan berupa rasa kasih sayang, kelembutan saja, namun perempuan mampu menempatkan diri dari berbagai kondisi. Bagi perempuan yang sudah menikah, ia berperan sebagai istri yang mendampingi suaminya. Ia pun berperan sebagai ibu yang melahirkan dan membesarkan anak-anaknya. Begitu pula dengan seorang perempuan lajang atau belum menikah.
Semua aktifitas tersebut rasanya tidak cukup dilakukan dalam waktu 24 jam. Terkadang semua rutinitas itu tidak hanya menyita waktu, pikiran bahkan tenaga. Namun bagi perempuan, mereka tetap bisa menempatkan diri untuk keluarga, teman, bahkan untuk pekerjaan.
Buku Keseimbangan Hidup Perempuan, merupakan salah satu buku yang menjabarkan bagaimana kehidupan perempuan menjadi lebih seimbang dan bahagia .Buku yang di terbitkan oleh Penerbit Stilleto ini memang sangat menarik untuk diulas. Selain memang isi buku yang berbobot dan penuh wawasan. Buku ini di tulis oleh dua penulis yang berbasic psikolog, yaitu Irni Fatma Sastyawati dan Asri Rakhmawati.
Irni Fatma merupakan salah satu dosen Prodi Psikologi di Samarinda. Selain itu ia aktif sebagai konselor freelance, Tester, dan interviewer di beberapa biro psiokologi di Kaltim. Buku ini merupakan buku keduanya, setelah Buku Ayo Kamu Pasti Bisa, terbitan PT. Gramedia Pustaka. Sedang Asri Rakmawati atau yang dikenal dengan Achi TM, adalah penulis buku dan skenario film.
Buku Keseimbangan Hidup memberikan penjelasan berserta tips-tips agar kehidupan perempuan menjadi seimbang. Tiap bab dalam buku ini dibagi dalam dua versi, yaitu Perempuan lajang dan perempuan yang sudah menikah. Ada 7 Bab dalam buku ini yang membahas mengenai kehidupan perempuan dalam versi lajang dan versi sudah menikah. Bab-bab tersebut yaitu, Happy Family, Kehidupan Karier, Kehidupan sosial, Keuangan, Cantik dan Sehat, Kehidupan spritual, dan Me, Time is Free Time.
Dalam buku ini, banyak hal menarik yang dibahas oleh kedua penulis. Selain bahasa dan penyajian tulisan yang enak di cerna, penulis pun memasukkan beberapa studi kasus sebagai bahan referensi bagi pembaca. Sebagai perempuan yang sudah menikah dan menjadi cantik dan sehat, ternyata tetap bisa dilakukan.
Banyaknya aktifitas dan kegiatan sebagai istri dan ibu, tidak berarti harus kehilangan waktu untuk merawat kecantikan dan kebugaran tubuh. Demikian pula bagi perempuan yang masih lajang. Dengan merawat kecantikan dan tubuh, bukan hanya menimbulkan rasa bahagia dan percaya diri pada Perempuan, hal itu pun merupakan wujud syukur kepada Tuhan. Masalah keuangan pun dibahas dalam salah satu bab buku ini. Mengelola keuangan secara benar dan bijak ternyata dapat dilakukan oleh perempuan menikah maupun lajang. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengelola keuangan tersebut. 
Membaca buku ini membuat kita semakin mengerti mengenai kehidupan perempuan. Bukan hanya melihat bagaimana aktifitas dan kegiatan yang perempuan lakukan, tetapi apa yang perempuan butuhkan agar hidupnya menjadi seimbang dan bahagia. Buku ini merupakan salah satu buku yang saya rekomendasikan untuk di baca oleh pembaca. Mudah-mudahan akan menambah wawasan dan pemahaman kita mengenai kehidupan perempuan yang lebih seimbang dan berkualitas
Read More

Jumat, 04 Januari 2013

Resensi Novel Never Give Up Karya Inni Indarpuri


Selalu Ada Jalan di Tengah Kesulitan

Oleh : Tri  Wahyuni Zuhri, SP
(Koordinator IIDN Kaltim,
Macibaku Bontang, STUDIO KATA)
Novel Never Give Up


 Judul                  : Never Give Up
Penulis                : Inni Indarpuri
Jumlah halaman    : 232
Penerbit              : Kalika
Tahun                  : 2012

Satu lagi karya penulis asal Kalimantan Timur yang terbit awal tahun 2013 ini, yaitu Novel Never Give Up karya Inni Indarpuri. Novel ini merupakan novel ketiga dari Inni. Novel sebelumnya yang berjudul Diantara Dua Cinta dan Gampiran, mengusung setting lokalitas Kalimatan Timur yang khas. Hal berbeda dengan novel Never Give Up ini. Selain bergenre remaja yang penuh cerita, novel ini pun mengambil Kota Samarinda sebagai setting latarnya.
Dikisahkan tokoh utama dalam novel ini yaitu Puri, seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA. Awalnya kehidupan Puri dan keluarga sangat berkecukupan dari segi materi dan penuh kebahagiaan. Hingga ayahnya di vonis menderita penyakit kanker stadium lanjut, mengakibatkan perekonomian keluarga menurun drastis untuk pengobatan sang ayah. Namun hal itu tidak membuat Puri dan keluarga menyerah. Mamanya dengan penuh cinta turut berperan menopang perekonomian sekaligus menguatkan semangat keluarganya untuk terus berjuang hidup tanpa menyerah. Walaupun akhirnya jiwa ayah Puri tidak tertolong karena penyakitnya tersebut.
Masalah yang dihadapi Puri dan keluarga ternyata tidak berhenti begitu saja. Rehana, kakak perempuan Puri, di vonis terkena penyakit Lupus. Lupus merupakan penyakit yang cukup menakutkan. Selain lupus bisa merusak organ tubuh secara terstruktur, akibat yang ditimbulkan penyakit ini bisa menyerang kerusakan jaringan kulit, ginjal bocor, jantung, otak dan syaraf. Apa yang dialami Rehana, ternyata tidak lantas membuatnya putus asa. Disela-sela kenyataan dan perjuangannya menghadapi penyakit lupus, Rehana tetap berusaha menyelesaikan studi pendidikannya. Ia pun selalu berusaha memberikan semangat positif kepada Puri maupun orang-orang sekelilingnya.  Diceritakan pula di novel ini, bagaimana Ridwan sang suami Rehana, yang tetap tulus dan setia mendampingi, walaupun kondisi Rehana yang sudah sakit. Penulis mencoba menggambarkan bagaimana cinta Rehana dan Ridwan menjadi sumber
Kekuatan mereka menjalani hari-hari yang penuh rintangan dan air mata itu.
Tentu saja karena novel ini bergenre remaja, tidak lepas dari kisah remaja pada umumnya. Penulis cukup mahir melukiskan tokoh Puri yang berusia remaja dengan segala ceritanya. Termasuk bagaimana perasaan suka Puri dengan seorang teman sekolahnya bernama Fuad. Atau cerita mengenai persahabatan yang terjalin antara Puri dan kedua sahabatnya, Fifi dan Agustini. Bagaimana mereka bertiga menjalani masa-masa indah bersama di SMA. Termasuk ketika mereka memberi dukungan dan kekuatan saat Puri pun belakangan diketahui terkena penyakit Lupus.
Awalnya Puri mencoba menutup-nutupi penyakit Lupus yang dideritanya. Ia tidak ingin mamanya kuatir dengan kondisinya, mengingat Rehana kakaknya pun dalam kondisi kritis. Namun, tetap Tuhan pula yang berkehendak. Rehana sang kakak pun akhirnya meninggal dunia. Bersamaan itu pula Penyakit Lupus yang di derita Puri mulai bereaksi dan menyerang kakinya. Hal itu membuat Puri harus rela menerima salah satu kakinya di amputasi akibat penyakit Lupus.
Di saat menghadapi masa terpuruk itulah, tidak lantas membuat Puri lama meratapi nasib dan putus asa.  Berkat dukungan mama dan orang-orang terdekatnya, Puri mencoba bangkit dan meraih impiannya kembali. Puri percaya setiap kesulitan pasti akan ada jalan, bila kita percaya dan terus berusaha. Novel ini akan semakin menarik bila Anda baca sendiri. Selain mengharu biru dengan perjuangan Puri dan Rehana, novel ini pun sangat menginspirasi pembacanya untuk tidak menyerah dalam menghadapi permasalahan.
Inni Indarpuri, selaku penulis yang juga merupakan aktivis volunteer dari Suforda, salah satu komunitas Lupus di Kaltim,  cukup jeli menceritakan secara detiil mengenai penyakit lupus di novel ini. Baik ciri-ciri yang biasa penderita alami, pengobatannya, bahkan hal-hal lain yang menyangkut mengenai penyakit ini. Semua coba ia rangkum dalam bentuk aluran cerita dalam novel ini. Termasuk bagaimana konflik yang terjadi antara tokoh utama dan tokoh lainnya .
Sehingga wajar bila saya pribadi katakan, bila novel ini selain memuat unsur moral ikatan kekeluargaan dan persahabatan, dan semangat untuk tidak menyerah dalam menghadapi segala cobaan. Novel ini pun memberikan pelajaran tersendiri untuk pembacanya mengenai penyakit Lupus itu sendiri.
            Semoga novel ini bisa memberikan manfaat dan hikmah tersendiri bagi para pembacanya.  Dan tentu saja saya berharap dunia kepenulisan di Kaltim akan banyak memberikan warna tersendiri di masa yang akan datang.  Amin. 
Read More

Rabu, 02 Januari 2013

Kolaborasi 3 Penulis Perempuan Kaltim




Bedah Buku & Talkshow Hari Ibu :
Kolaborasi 3 Penulis Perempuan Kaltim
*) Oleh : Tri Wahyuni Zuhri
(Trainner Penulisan, Koordinator IIDN Bontang,
Koordintor MACIBAKU Bontang, Studio Kata)

Ibu, merupakan sebutan mulia bagi seorang perempuan yang melahirkan dan membesarkan kita. Selama 9 bulan lebih, Ibu mengandung kita dalam rahimnya. Semua dilakukannya dengan penuh pengorbanan dan perjuangan hingga akhirnya melahirkan kita ke dunia ini. Tidak salah rasanya tanggal 22 Desember di abadikan sebagai hari Ibu. Hari Ibu dianggap sebagai penghargaan untuk kasih sayang dan jasa-jasa seorang ibu.
Tepat tanggal 22 Desember 2012,  bertempat di Gedung Perpustakaan Provinsi Kaltim, akan diadakan Talkshow dan Bedah Buku dengan Tema "Karya Para Ibu Untuk Kaum Ibu". Acara yang di gagas oleh Komunitas Buku Etam bekerja sama dengan Badan Perpustakaan Kalimantan Timur, memang di dedikasikan  untuk memperingati hari ibu. Diharapkan melalui acara tersebut dapat meningkatkan minat baca di kalangan kaum ibu dan membangun budaya gemar membaca bagi keluarga melalui ibu.
Hal lain yang menarik dari acara ini yaitu menghadirkan kolaborasi tiga penulis perempuan asal Kalimantan Timur yang karyanya sudah dipublikasikan secara nasional. Ketiga penulis itu adalah Inni Indarpuri dan Tri Wahyuni Zuhri sebagai pembicara, serta Sari Azis selaku moderator acara. Ketiga penulis perempuan ini memang sering bekerjasama untuk turut mendukung kampanye budaya menulis dan membaca di masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur.

Pembicara  Tri wahyuni zuhri, inni Indarpuri
dan moderator Sari Azis

Sari Azis sendiri merupakan penulis Kaltim yang produktif menghasilkan karya. Novel perdananya Ssst. I'm playgirl pernah di terbitkan Gagas Media. Begitu pula dengan karya cerpen-cerpennya yang diterbitkan di majalah nasional maupun  berupa buku. Bahkan belakangan ini, Sari menjadi editor dari beberapa buku, dan menjadi contributor tetap di sebuah majalah nasional.
Sedangkan Inni Indarpuri dikenal sebagai novelis yang telah menghasilkan banyak karya fiksi.  Rencananya pada acara tersebut,  akan di launcing Novel Never Give Up karya Inni Indarpuri. Novel ini merupakan novel ke tiga Inni, setelah Diantara Dua Cinta dan Gampiran yang mengambil setting lokalitas Kalimantan Timur. Novel Never Give Up berkisah mengenai perjuangan seorang gadis bernama Puri yang tetap berjuang bangkit dari keterpurukan karena sakit yang di deritanya. Ada banyak hikmah positif yang bisa diambil dari buku ini.
Pembicara lainnya adalah Tri Wahyuni Zuhri. Selain telah menghasilkan banyak karya buku, dan sering menulis di media cetak antara lain di Tribun Kaltim,  ia pun menjadi trainner penulisan. Selain itu ia aktif sebagai koordinator IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) Bontang, dan tergabung dalam Studio Kata.
Pada acara Bedah buku dan Takshow tersebut, akan ada dua buku yang dibedah yaitu For The Love Of Mom dan Buku Kehamilan yang Menakjubkan. Buku For The Love Of Mom berisi kisah-kisah inspiratif tentang Ibu yang di tulis oleh anggota Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN).  Dalam buku ini terdapat kisah yang ditulis oleh Inni Indarpuri dan Tri Wahyuni Zuhri.
Sedangkan Buku Kehamilan Yang Menakjubkan merupakan buku yang menceritakan pengalaman tentang kehamilan. Buku ini dieditori oleh Sari Azis, dan di gagas oleh Tri Wahyuni Zuhri. Para penulis di buku ini berasal tidak hanya dari Indonesia saja, tetapi dari luar negeri, seperti Malaysia, Jepang, Brazil. Selain itu terdapat penulis kaltim, seperti Dwi Rahmawati, Riesa Anisa, Sunaryo Broto, EzrinalAzis.
Acara pun akan diisi dengan pembacaan puisi oleh Fitriani Um Salva, Winda Hapianam dan Rusma serta pemberian doorprize.  Apabila ingin hadir di acara tersebut, bisa menghubungi panitia, Misriani (085211234168) dan  Dhenok (085292043143).     Diharapkan dari acara Bedah Buku dan Talkshow ini dapat memberikan warna tersendiri dalam peringatan hari ibu. Selain itu dapat meningkatkan semangat membaca dan menulis di masyarakat khususnya bagi para ibu. Amin..


Read More

Jumat, 23 November 2012

Resensi buku Cara AMPUH Merebut Hati Murid


Salah satu tulisan saya mengenai Resensi buku "Cara AMPUH merebut Hati Murid" yang di muat di harian Tribun Kaltim, 21 Nopember 2012.



Mengupas Buku “Cara AMPUH Merebut Hati Murid”
*) Oleh : Tri Wahyuni Zuhri
(Trainner Penulisan, Koordinator IIDN Bontang,
Koordintor MACIBAKU Bontang, Studio Kata)

 


Judul              : Cara AMPUH merebut Hati Murid
Penulis           : Joko Wahyono
Penerbit         : Esensi
Tahun             : 2012
Tebal              : 152

Saat pertama kali  melihat buku ini, saya langsung tertarik untuk membaca dan mempelajarinya lebih dalam. Buku "Cara AMPUH merebut hati murid" terbitan Esensi  ditulis oleh Joko Wahyono, seorang praktisi pendidikan yang cukup dikenal di Kalimantan Timur. Beliau pun sering menjadi pembicara dalam berbagai seminar terkait pendidikan. Buku ini memang sangat menarik untuk di baca.
Bukan hanya karena sang penulis berpengalaman dalam bidang pendidikan selama kurang lebih 28 tahun, namun karena isi buku tersebut yang sangat berbobot. Tentu saja hal ini sangat bermanfaat bagi pembaca, khususnya para guru yang ingin meningkatkan integritas dan profesional sebagai guru.
Buku Cara AMPUH merebut hati murid merupakan buku kedua ditulis penulis yang ditujukan kepada para guru.  Buku pertamanya yang berjudul Sekolah Kaya Sekolah Miskin, Guru Kaya Guru Miskin, merupakan buku yant di tulis dan ditujukan untuk kepala sekolah, pengelola sekolah dan yayasan. Kedua buku tersebut sarat dengan nilai-nilai pendidikan dan diharapkan bisa dijadikan sebuah acuan pemikiran baru yang menyangkut pendidikan. Apalagi penulis mengulas isi buku dengan gaya bahasa yang mudah di pahami dan di cerna.
Joko Wahyono membagi buku ini menjadi 4 bagian, dimana bagian pertama yaitu Guruku Harapanku. Dalam bagian ini di bahas bagaimana seorang guru menjadi harapan bagi murid-muridnya. Sosok guru dianggap kompeten apabila memiliki jenjang pendidikan memadai, jiwa pendidik, semangat pengabdian tinggi, pribadi luhur, akhlak mulia, serta sikap dan prilaku yang positif. Memang tidak mudah untuk mencapainya, namun hal itu sangat bisa untuk di wujudkan. Mengingat selama ini guru dianggap sebagai panutan bagi murid-muridnya. Tentunya segala tindak dan perilaku sang guru akan menjadi contoh maupun suri tauladan bagi murid. Tidak salah apabila banyak orang yang menyamakan guru sebagai pelita dalam kegelapan.
Bagian kedua dalam buku ini membahas mengenai cara Ampuh Merebut Hati murid. Kata AMPUH sendiri berisi 5 Langkah yang dapat digunakan untuk menjadi guru yang memiliki integritas dan mengajar dengan sepenuh hati. A yaitu Asertif dalam Bertindak. Guru yang asertif akan selalu menunjukkan ekspresi ketulusan dan selalu menghargai orang lain. Huruf M berarti Menghargai murid. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk untuk mengargai murid, antara lain memberikan pujian ataupun pengargaan kepada mereka.
Selanjutnya huruf yang ketiga yaitu P atau pandai membina hubungan baik. Sebagai seorang guru, diharapkan bisa menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan lingkungan kerja. Hal itu bisa berhubunhan dengan sesama guru, pimpinan sekolah dan administrasi sekolah, bahkan dengan orangtua murid. Huruf selanjutnya adalah U yaitu usaha optimal. Usaha yang optimal bisa dimulai dengan niat dan keyakinan yang baik.
Sedangkan terakhir adalah H yaitu hindarkan murid dari kekerasan dan rasa takut. Kekerasan fisik maupun mental yang pernah dialami oleh seseorang, biasanya tidak hanya menimbulkan rasa takut, tetapi akan memberikan luka mendalam. Sehingga penting bagi seorang guru untuk bersikap lebih arif dan bijaksana dalam menyelesaikan konflik ataupun masalah yang terjadi pada anak didiknya.
Buku ini menjadi semakin kaya ilmu dan penuh inspirasi dengan adanya kisah-kisah inspiratif di dalamnya. Kisah-kisah itu terdapat di bagian ketiga dalam buku ini. Begitu pula pada bagian keempat yang menceritakan profil beberapa guru yang menjadi magnet para siswanya. 
Joko Wahyono menuliskannya dengan sangat apik dan menyentuh pembaca. Salah satu kisah itu berjudul Kebahagiaan seorang guru. Kisah yang diangkat dari pengalaman penulis sejak memulai karier sebagai seorang guru hingga saat ini. Bagaimana penulis bertemu kembali dengan anak didiknya dulu, ada kisah haru dan bahagia yang coba ia gambarkan. Saat anak-anak didiknya tumbuh dewasa kemudian mengenyam kesuksesan.   Atau kisah  mengenai seorang milyader  yang ternyata berprofesi guru. Kisah seorang guru yang tetap bersahaja walaupun kehidupan ekonominya telah berubah semakin baik.  Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, guru tersebut bisa menjadi suri tauladan bagi masyarakat dan tentu saja murid-muridnya Serta beberapa kisah-kisah lain yang menarik untuk disimak.
Buku ini tidak hanya cerminan pemikiran cerdas dari penulisnya mengenai pendidikan.  Tampak jelas dalam isi buku ini, bagaimana harapan penulis ingin pendidikan di Indonesia bisa lebih baik dan memberikan banyak manfaat untuk masyarakat, salah satunya dengan meningkatkan profesionalisme dan integritas para pendidik.   Amin..
Read More

Sabtu, 30 Juni 2012

Resensi Buku Curhat Bisnis



Kisah Indahnya Berbisnis Para Ibu


Judul               : Curhat Bisnis
Penulis             : Indari Mastuti, Tri Wahyuni Rahmat, Sri Mulyani,, dkk
Penerbit           : Calista
Halaman          : 128 Halaman
Tahun              : 2012

Banyak orang beranggapan bisnis merupakan kegiatan yang tidak mudah dilakukan, khususnya bagi wanita yang notabene adalah seorang ibu. Begitu banyak hambatan dan persaingan yang bisa ditemui bagi wanita dalam berbisnis. Tidak jarang dari mereka akhirnya tidak ingin terjun kedunia bisnis karena ketakutan-ketakutan akan kegagalan serta resiko berbisnis.

Namun, tidak sedikit para ibu yang akhirnya tetap memilih menekuni bisnis sembari bisa fokus mengurus kehidupan rumah tangga dan pribadinya. Buku Curhat Bisnis ini merupakan buku yang ditulis oleh 17 orang penulis yang merupakan  pebisnis wanita yang menceritakan tentang bisnis yang dilakoni. 

Membaca buku ini akan mematahkan ketakutan-ketakutandalam berbisnis bagi wanita.  Buku ini tidak hanya bercerita tentang perjuangan para pebisnis wanita mempertahankan bisnis dan mengalami jatuh bangun. Tetapi buku ini pun menceritakan bagaimana indahnya berbisnis, sehingga memberikan pelajaran dan hikmah, sehingga sangat menginspirasi pembacanya.

Salah satu penulis buku ini adalah Indari Mastuti, yang merupakan Pemenang wirausaha Muda Mandiri 2011. Indari menceritakan mengenai bisnis agensi penulisan yang di jalankannya. Berawal dari keputusannya untuk berbisnis sesuai dengan minatnya, yaitu menulis, hingga lahirlah agensi Naskah Indscript Creative.  Berbisnis di dunia agensi naskah ternyata tidak mudah. Seiring perjalanan waktu, ia menemukan berbagai hambatan dan persaingan.  Dengan semangat dan terus mengasah kreativitas, agensi naskah yang di kelolanya berkembang hingga saat ini.  Bahkan ia pun meraih berbagai penghargaan  dari bisnis tersebut.

Cerita lain adalah bisnis yang di jalankan oleh Sri Mulyani, penulis asal Bontang.   Berawal dari keinginannya untuk mengisi waktu luang, Ia pun menceritakan pengalaman bisnisnya membuat toko kecil di teras belakang rumah dan berlanjut dengan menerima pemesanan berbagai jenis kue. Ternyata dari hobinya tersebut tidak hanya mendatangkan keuntungan usaha, tetapi kepuasan hati.

Lain lagi cerita dari Tri Wahyuni Rahmat.  Penulis asal Kota Bontang ini bercerita bagaimana lika-liku kolaborasi bisnis antara dirinya dan suami.  Memang tidak mudah menjalankan bisnis bersama dengan suami.  Walaupun beberapa kali menghadapi berbagai persoalan dan persiangan dalam bisnis, namun tidak membuatnya menyerah.  Ia pun semakin menguatkan langkah bersama suami untuk terus berbisnis. Ia pun membagikan berbagai trik agar bisnis suami istri bisa berjalan dengan selaras.

Ada pula kisah ibu yang memulai bisnis hanya bermodal seratus ribu rupiah, atau kisah seorang ibu yang menemukan metode baru dalam belajar membaca cepat untuk anak, dan banyak kisah menginspirasi lainnya.  Tentu saja yang  menarik dari buku ini, pada cover depan buku. Cover yang berilustrasikan para ibu pebisnis dengan berbagai karakter dan ciri. Ilustrasi gambar yang cantik dengan latar warna ungu akan menambah  penasaran untuk segera membacanya.
Read More