Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Desember 2013

Launching Buku Profil Anak Muda Kaltim, Rebut Peluang Jangan Jadi Penonton !

mbak Inni Berfoto bersama mbak Ellie Hasan dan Syehma

Salah satu hal yang paling saya senangi adalah menghadiri acara-acara yang terkait dunia penulisan.  Nah, kebetulan  hari Sabtu, 14 Desember 2013, saya bersama teman-teman penulis, Sari Azis, Amien Wangsitalaja, Fitriani,  berkesempatan menghadiri undangan launching buku dari seorang sahabat, Inni Indarpuri.  Acara tersebut berlangsung di Hotel MJ Samarinda .
Buku yang dilauncing merupakan buku yang berisi 12 profil generasi Muda Kalimantan Timur yang sukses dalam bidangnya masing-masing. Buku tersebut berjudul : Anak Muda Kaltim, Rebut Peluang Jangan Jadi Penonton ! Buku yang merupakan prakarsa dari Biro Sosial Sekretariat Provinsi Kaltim dan ditulis oleh Inni Indarpuri, Eko S, berserta tim.

reuni mendadak dengan Rony Cahyadi dan Ellie Hasan

tentu saja hal itu tidak saya lewatkan, mengingat banyak sekali yang saya dapatkan di sana. Bukan hanya sekedar duduk dan menikmati acara saja lho.  Ternyata di sana saya bertemu dengan para pemuda yang profilnya masuk dalam buku tersebut.  Menariknya lagi ada 2 orang dari 12 orang yang profilnya di muat di buku tersebut merupakan teman saya di SMA Negeri 1 Samarinda dulu.  Yaitu Rony Cahyadi yang sekarang sukses menjadi pengusaha jual beli mobil dan properti , dulu Rony teman seangkatan saya waktu SMA.  Serta mbak Ellie Hasan, aktifis Laras yang menangani masalah HIV AIDS dan Narkoba. Mba Ellie ini kakak kelas saya waktu SMA.  wah tentu saja, saya langsung mengadakan reuni kecil dengan mereka hehehe..
para narasumber diskusi panel 

Tentu saja yang paling menarik dari acara tersebut, adanya diskusi panel yang menghadirkan narasumber yaitu bapak Assisten III Provinsi Kalimantan Timur dan seorang pengusaha sukses Kaltim yang membagi cerita dan pengalamanan mereka kepada peserta.  cerita lebih lanjut tentang acara ini sudah saya tuliskan dan di muat di harian Tribun Kaltim, 19 Desember 2013, yang insya allah nanti saya posting disini :)

bersama rekan-rekan penulis , Sari Azis, Raudatul Jannah, Dwi Rahmawati

Tidak lupa di setiap kesempatan terkait dunia penulisan saya pasti akan bertemu dengan teman-teman yang memiliki hobby sama yaitu menulis hehehe..  Seperti biasanya, saya bertemu dengan soulmate saya, mbak Inni Indarpuri yang memang punya gawe acara hari itu.  Terus mbak Sari Azis yang tampak cantik dengan baju pink nya. Mas Amien Wangsitalaja yang selalu tampak mesra dengan sang istri mbak Fitriani.   Serta teman-teman dari Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) dan Perempuan Penulis Kaltim (PPK), yaitu mbak Dwi Rahmawati, Mbak Raudahiyatul Jannah, dan Hesty Deasy.  hehehehe.. lengkaplah acara sudah dengan di tambah acara coffe break, makan siang, buku gratis, kaos keren anti narkoba nan keren, serta berfoto-foto ria ala artis hihihi... Sssttt.. di akhir acara, saya sempat lho berdiskusi dengan nara sumber.  nah, cerita hasil diskusinya nanti akan saya tulis tersendiri ya.... :)

diakhir acara diberi kesempatan diskusi dengan nara sumber heheheh :)



Read More

Selasa, 19 Maret 2013

PERAYAAN SETAHUN ANTUSIASME (8): Wawancara Bersama Penggagas Buku "Kehamilan yang Menakjubkan"

Beberapa waktu lalu, saya mendapat kesempatan di wawancarai oleh mbak Fida Abbot.  Saya adalah salah satu pembaca novel beliau yang berjudul Antusias. Wawancara kali ini merupakan rangkaian dari perayaan ulang tahun novel tersebut :

sumber : website mbak Fida Abbot :


PERAYAAN SETAHUN ANTUSIASME (8): Wawancara Bersama Penggagas Buku "Kehamilan yang Menakjubkan"

"GREAT AUTHORS SUPPORT EACH OTHER" (Fida Abbott, February 2013), itulah tema memeringati setahun novel Antusiasme yang diusung oleh penulisnya sendiri.

Wawancara esklusif dalam rangka memeringati acara tersebut (versi Bahasa Indonesia) sudah berakhir dengan ditandai oleh persembahan wawancara terakhir dari seorang penggagas terbitnya buku berjudul Kehamilan yang Menakjubkan di blog ini yang telah diterima pengajuannya akhir bulan lalu.

Siapakah ia dan buku apakah yang telah menjadi sesuatu yang banyak ditunggu pembacanya?  Mari ikuti wawancara esklusif ini bersama Tri  Wahyuni Zuhri, seorang penulis aktif dan kreatif berasal dari Samarinda.

Bagi para penulis lainnya yang tertarik untuk berpartisipasi di acara wawancara esklusif ini, mohon menunggu pada acara-acara selanjutnya.  Agar tidak ketinggalan berita, Anda bisa berlangganan di blog ini.

WAWANCARA ESKLUSIF

Sari Azis (kiri) dan Tri Wahyuni Zuhri (kanan)
A: Buku Kehamilan Yang Menakjubkan ini tampaknya menarik. Ide apa yang memotivasi Anda menggagas terbitnya buku ini?
T: Buku Kehamilan yang Menakjubkan ini memang memiliki arti tersendiri bagi saya secara pribadi. Berawal dari kegundahan saya, ketika mendapatkan kenyataan bahwa saya hamil kembali. Mengingat anak-anak saya masih kecil, dan riwayat kehamilan sebelumnya tidak mudah karena saya harus bed rest panjang.

Namun saya sadar, kehamilan merupakan sebuah anugerah dan keajaiban dari Tuhan. Saya tidak mungkin bersedih atau menolak anugrah itu. Hingga akhirnya muncul ide untuk membuat buku yang berisi kisah-kisah nyata mengenai kehamilan.

Saya yakin banyak pasangan yang memiliki beragam cerita mengenai kehamilan yang mereka jalani. Tentu saja banyak moment yang tidak bisa terlupakan begitu saja. Selain sebagai support saya pribadi yang saat itu sedang hamil, saya pun ingin memberikan kesempatan para ibu untuk menyeritakan kehamilan yang dijalani atau yang pernah dialami. Tidak hanya moment kebahagiaan, kegembiraan tetapi juga perjuangan yang mereka bisa tumpahkan dalam tulisan. Saya berharap buku ini akan menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi siapa saja yang membacanya.

Beruntung ide saya ini didukung penuh oleh suami, serta patner kerja saya, Sari Azis. Bersamanya, saya beberapa kali terlibat proyek penulisan. Sari Azis dengan senang hati bersedia saya daulat menjadi juri serta editor buku ini.

A: Bagaimana Anda merealisasikan terbitnya buku tersebut?
T:  Karena buku ini berbentuk antologi berisi berbagai kisah kehamilan, tentu saja dibutuhkan beberapa kontributor penulis. Saya dan Sari pun sepakat untuk membuat sebuah lomba menulis dengan tema Kehamilan yang Menakjuban di jejaring sosial. Dari peserta lomba tersebut, nantinya akan disaring 30 orang yang lolos dan karyanya dibukukan menjadi satu.

Beruntung pula suami saya mendukung penuh ide saya ini. Ia pun bersedia membantu menjadi sponsor, termasuk sponsor hadiah lomba kepada para pemenang, serta turut membantu hingga buku ini terbit.

A: Bagaimana respons dari para calon kontributor yang termasuk para peserta lomba?
T: Terus terang, saya dan Sari Azis cukup terkejut dengan respons para peserta lomba. Apresiasi yang sungguh luar biasa ditunjukkan dengan meningkatnya peserta yang mengikuti lomba ini. Ada sekitar 235 tulisan yang kami terima pada saat penutupan lomba. padahal masih ada banyak tulisan lagi yang terpaksa kami tidak terima karena melewati batas penutupan lomba. Yang cukup menarik, peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi dari negara lain seperti Malaysia, Brazil, Jepang.
Kisah yang mereka ceritakan pun beragam. Tidak hanya kisah kehamilan yang dituturkan oleh para istri, melainkan para suami yang menyeritakan kehamilan istrinya, atau kisah kehamilan yang dialami ibu, saudara ataupun kerabat mereka. Kisah-kisah itu tidak hanya berisi kebahagiaan dan rasa suka cita tetapi ada pula yang berkisah tentang perjuangan, keharuan, hingga keiklasan.


A: Judul apa yang ditulis oleh pemenang pertama? Ceritanya mengenai apa?
T:  Judul tulisan pemenang pertama yaitu Miracle Baby. Tulisan ini memang sangat kuat penulisannya dari segi tema yang diangkat. Tulisan ini berkisah tentang pengalaman seorang perempuan yang hamil, namun di sisi lain ia divonis oleh dokter mengidap penyakit yang bisa membahayakan janin yang dikandungnya. Namun ia tidak putus asa, dan tetap berikhtiar serta mempertahankan kandungannya. Ia pun mencoba mencari kebenaran dengan berbagai informasi dan dokter lainnya.

Walaupun perjalanan kehamilan tersebut penuh perjuangan, ia tetap berkeyakinan Tuhan akan memberikan kekuatan dan keajaiban. Dan akhirnya doa dan harapannya terwujud. Anaknya lahir dengan sehat dan sempurna. Bahkan saat ini sang anak mempunyai prestasi akademik yang membanggakan.

Kisah Miracle Baby ini memang layak menjadi pemenang. Kekuatan cerita dan hikmah di dalamnya benar-benar menginspirasi setiap pembaca.

A: Bagaimanakah respons para pembaca setelah terbitnya buku ini dan cara jitu Anda memasarkan buku tersebut?
T: Respons  pembaca sungguh di luar dugaan kami. Mereka sangat senang dan menunjukkan apresiasi atas terbitnya buku ini. Banyak kisah di dalamnya yang menginspirasi dan menguatkan. Bahkan buku ini tidak hanya dijadikan koleksi pribadi. Ada pula yang memberikan buku ini sebagai hadiah untuk istri, keluarga, kerabat, atau teman mereka.

Ada pula pembaca yang mengaku tersenyum terus membaca buku ini, khususnya setelah membaca kisah yang dituliskan para suami tentang kehamilan istri mereka. Para suami menulis kisah mereka mendampingi sang istri selama hamil, termasuk menghadapi fase ngidam ataupun mood istri yang berubah-rubah selama hamil. Namun ada pula pembaca yang begitu terharu karena ada beberapa kisah yang penuh dengan perjuangan luar biasa. Misalnya kisah seorang perempuan yang harus mengalami keguguran beberapa kali, namun ia tetap tidak menyerah untuk hamil kembali; atau cerita bagaimana seorang ibu yang sedang hamil harus berjuang hidup saat tsunami terjadi di Jepang. Begitu pula cerita seorang ibu yang berjuang demi bayinya, dan harus menerima dengan iklas ketika sang bayi lebih dahulu dipanggil Tuhan.

Semua cerita bertutur dengan indah dan tetap memberikan arti bahwa kehamilan merupakan sebuah anugreah. Beberapa cara jitu untuk mempromosikan buku ini, yaitu melalui jejaring sosial, blog, internet, launching, serta bedah buku, bahkan dengan meresensinya di berbagai media daerah dan nasional. Pembaca pun bisa memesan langsung ke penerbit buku ini.

A:  Bagaimanakah respons para pemenang dan penulis yang telah terpilih tulisannya untuk dibukukan tersebut? Lalu apakah pengaruhnya terhadap Anda sebagai penggagas utama terbitnya buku tersebut?
T:  Tentu saja respons pemenang dan penulis dalam buku tersebut sangat senang. Mereka sangat bahagia dengan kehadiran buku Kehamilan yang Menakjubkan. Kisah-kisah kehamilan yang mereka alami bisa diwujudkan dalam buku. Selain sebagai bentuk apresiasi dari pengalaman mereka, buku ini membawa manfaat positif bagi pembacanya.

Buku ini sangat berpengaruh besar bagi kehidupan saya. Begitu pula bagi patner kerja saya, Sari Azis. Bagi saya, buku ini benar-benar spesial karena begitu banyak kisah-kisah di dalamnya yang membuat saya terinspirasi untuk lebih bersyukur kepada Tuhan, khususnya mensyukuri kehamilan saya yang alami kala itu. Di sisi lain, buku ini pun memberikan kesempatan saya berkenalan dengan teman-teman sesama penulis dan penerbitan. Sungguh hal itu merupakan anugerah yang tidak saya duga sama sekali.

A:  Pesan apakah yang ingin Anda sampaikan kepada para calon ibu baru atau mereka yang sedang menantikan kehamilan dan sekaligus menghadapi berbagai macam masalah yang akan memengaruhi kehamilan mereka?
T:  Pesan saya kepada teman-teman agar selalu bersyukur, bersemangat, berfikir positif dalam kehidupan ini. Kehamilan merupakan anugrah dan keajaiban luar biasa yang diberikan oleh Tuhan. Walaupun bisa saja dalam perjalanan kehamilan itu terasa bahagia, sedih, haru, namun semua benar-benar menakjubkan untuk dijalani. Apabila saat ini, ada yang masih menanti kehamilan, jangan mudah menyerah atau patah semangat. Yang terpenting tetap berusaha dan berdoa. Tuhan pasti mendengarkan doa-doa kita.

A:  Sebagai salah satu pembaca novel Antusiasme, apa yang memotivasi Anda untuk ingin membaca buku tersebut dan dimanakah Anda mendapatkannya?
T:  Terus terang, pertama kali saya melihat cover novel Antusiasmetersebut di sebuah group penulisan di jejaring sosial, saya langsung tertarik sekaligus penasaran. Saya pun segera search di internet untuk mengetahui lebih lanjut mengenai buku ini. Terlebih di cover depan tertulis jelas "Pinnacle Book Achievement Award". Apalagi penulisnya orang Indonesia juga. Saya pikir pasti novel ini luar biasa sampai bisa mendapatkan penghargaan seperti ini di Amerika Serikat.

Ketika saya mengunjungi orang tua di Samarinda, saya menyempatkan diri ke Toko buku Gramedia . Dan wow!  Begitu girangnya saya mendapatkan novel tersebut dipajang rapi di salah satu rak untuk buku terbaru. Tanpa pikir panjang saya langsung membelinya. Ternyata novel itu memang luar biasa.

A:  Bagaimanakah cerita dalam novel tersebut dapat memengaruhi kehidupan Anda dan hal-hal apakah yang dapat dipetik sebagai pembelajaran?
T:  Banyak hal dari novel tersebut yang membuat saya terkesan dan memang hal itu merupakan kekuatan dari novel itu sendiri. Terutama bagaimana sikap antusias bisa membuat seseorang lebih bersemangat dan bergairah menjalani kehidupan ini. Salah satu hal yang saya kagum dan belajar dari novel ini, khususnya pada tokoh utama, mengenai bagaimana seorang ibu rumah tangga bisa tetap berkarya tanpa melupakan kehidupan keluarganya. Karena sering kali, banyak ibu rumah tangga yang malah merasa tidak berkarya lagi dengan banyak urusan rumah dan pribadi.  Tidak ada yang tidak mungkin bagi perempuan untuk berkarya namun tetap menomor satukan keluarga, asalkan yakin, disiplin dan terus berusaha.

A: Dari hasil menikmati Antusiasme, cerita apa yang menurut Anda paling menarik dan paling Anda sukai? Apakah alasannya dan dapat ditemukan di bab ke berapa?
T: Sebenarnya banyak cerita yang menarik dan menyentuh perasaan saya dari novel ini, tertama pada bab yang mengisahkan perjuangan tokoh utama. Bagaimana memulai menulis ia lakukan sungguh-sungguh secara disiplin dan konsisten. Walaupun ia sempat mempunyai kendala dalam penguasaan bahasa, semua bisa ia taklukan dengan kesungguhan. Demikian dalam cerita bagaimana keluarga, khususnya suami dan anak untuk mendukung aktifitas dan pekerjaannya. Namun tetap ia berusaha tidak bergantung dan berdiri dengan kemampuannya sendiri. Jujur saja, dari cerita dalam novel itu menambah semangat saya untuk bangkit dan terus berkarya walaupun dalam kondisi apa pun.

A: Kira-kira kepada siapa Anda merekomendasikan novel Antusiasme dan apakah alasannya?
T:  Seperti saya bilang sejak awal, novel ini memang luar biasa. Tentu saja saya rekomendasikantidak hanya kepada teman-teman sesama penulis, tetapi kepada keluarga, kerabat dan teman-teman karena begitu banyak hikmah yang bisa dipetik dalam novel ini. Dan itu pun bisa diambil hikmahnya oleh semua orang.

A: Kembali mengenai buku Kehamilan Yang Menakjubkan, kepada siapa Anda merekomendasikannya dan di mana saja mendapatkannya?
T:  Buku ini saya rekomendasikan tidak hanya kepada pasangan suami istri, tetapi juga kepada masyarakat secara luas. Buku ini bisa dipesan langsung ke penerbitnya, di website http://www.leutikaprio.com/produk/110210/true_stories/1111350/kehamilan_yang_menakjubkan


PROFIL PENULIS:

Tri Wahyuni Zuhri, lahir di Samarinda, 1 Mei, 33 tahun lalu, terlahir dari pasangan H. Achmad Zuhri dan Hj. Noor Aisyah. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Brawijaya Malang, mulai menekuni dunia tulis-menulis ketika terjun pada kegiatan penulisan sejak SMP. Yuni, begitu ia biasa disapa, selama ini lebih banyak menulis dalam bentuk artikel dan essai. Ia telah menghasilkan tulisan-tulisan artikel dan essai serta beberapa cerpen dan puisi yang telah dipublikasikan, baik di media cetak maupun media internet.  

Buku-bukunya yang telah di terbitkan, Kumpulan cerpen Tidak Cukup Hanya Cinta (Penerbit Araska, 2008), Antologi cerpen Badadai (Araska, 2010), Antologi essai Perca (BWC, 2010), Curhat Bisnis(Calista, 2012), For The Love Of Mom (Etera, 2011), Cobek Digital Mom (2011), Anak Nakal atau Banyak Akal? (Elex Media, 2012), Ketika si Buah Hati Bertanya (Iklas Media, 2012), Kaltim dalam Cerpen Indonesia (Pustaka Spriti, 2011),  dan beberapa buku yang masih dalam proses penerbitan.  

Ia belajar sastra secara otodidak dan berdiskusi dengan para senior yang lebih dahulu terjun dalam dunia sastra, terutama dalam membuat cerpen dan puisi.   Hingga saat ini ia masih aktif dalam dunia penulisan dan aktif bersama teman-teman penulis Kaltim mengampanyekan cinta membaca dan menulis.  Selain itu ia telah meraih beberapa penghargaan di bidang penulisan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur dan Nasional. 

Ia tinggal di Bontang bersama suami dan buah hatinya. Akftivitas menulis dilakoninya dengan sepenuh hati dengan motivasi dan dukungan dari sang suami tercinta. Hingga kini ia aktif bergelut di bidang usaha sebagai mompreneur dan memiliki EO Fight & Winner. Aktif di Jaring Penulis Kaltim (JPK), Borneo’s Women Community (BWC), Studio Kata, Koordinator IIDN Bontang, Macibaku Bontang, serta kegiatan entrepreneur dan yang bersifat sosial.  Yuni dapat ditemui di triwahyunizuhri@yahoo.com atau di facebook (Tri Wahyuni Zuhri), dan Web http://yunisukses.com. (*)
Acara ini disponsori oleh:
dan







Fida Abbotthttp://novelantusiasme.blogspot.com/2013/03/perayaan-setahun-antusiasme-8-wawancara.html
Read More

Jumat, 04 Januari 2013

Resensi Novel Never Give Up Karya Inni Indarpuri


Selalu Ada Jalan di Tengah Kesulitan

Oleh : Tri  Wahyuni Zuhri, SP
(Koordinator IIDN Kaltim,
Macibaku Bontang, STUDIO KATA)
Novel Never Give Up


 Judul                  : Never Give Up
Penulis                : Inni Indarpuri
Jumlah halaman    : 232
Penerbit              : Kalika
Tahun                  : 2012

Satu lagi karya penulis asal Kalimantan Timur yang terbit awal tahun 2013 ini, yaitu Novel Never Give Up karya Inni Indarpuri. Novel ini merupakan novel ketiga dari Inni. Novel sebelumnya yang berjudul Diantara Dua Cinta dan Gampiran, mengusung setting lokalitas Kalimatan Timur yang khas. Hal berbeda dengan novel Never Give Up ini. Selain bergenre remaja yang penuh cerita, novel ini pun mengambil Kota Samarinda sebagai setting latarnya.
Dikisahkan tokoh utama dalam novel ini yaitu Puri, seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA. Awalnya kehidupan Puri dan keluarga sangat berkecukupan dari segi materi dan penuh kebahagiaan. Hingga ayahnya di vonis menderita penyakit kanker stadium lanjut, mengakibatkan perekonomian keluarga menurun drastis untuk pengobatan sang ayah. Namun hal itu tidak membuat Puri dan keluarga menyerah. Mamanya dengan penuh cinta turut berperan menopang perekonomian sekaligus menguatkan semangat keluarganya untuk terus berjuang hidup tanpa menyerah. Walaupun akhirnya jiwa ayah Puri tidak tertolong karena penyakitnya tersebut.
Masalah yang dihadapi Puri dan keluarga ternyata tidak berhenti begitu saja. Rehana, kakak perempuan Puri, di vonis terkena penyakit Lupus. Lupus merupakan penyakit yang cukup menakutkan. Selain lupus bisa merusak organ tubuh secara terstruktur, akibat yang ditimbulkan penyakit ini bisa menyerang kerusakan jaringan kulit, ginjal bocor, jantung, otak dan syaraf. Apa yang dialami Rehana, ternyata tidak lantas membuatnya putus asa. Disela-sela kenyataan dan perjuangannya menghadapi penyakit lupus, Rehana tetap berusaha menyelesaikan studi pendidikannya. Ia pun selalu berusaha memberikan semangat positif kepada Puri maupun orang-orang sekelilingnya.  Diceritakan pula di novel ini, bagaimana Ridwan sang suami Rehana, yang tetap tulus dan setia mendampingi, walaupun kondisi Rehana yang sudah sakit. Penulis mencoba menggambarkan bagaimana cinta Rehana dan Ridwan menjadi sumber
Kekuatan mereka menjalani hari-hari yang penuh rintangan dan air mata itu.
Tentu saja karena novel ini bergenre remaja, tidak lepas dari kisah remaja pada umumnya. Penulis cukup mahir melukiskan tokoh Puri yang berusia remaja dengan segala ceritanya. Termasuk bagaimana perasaan suka Puri dengan seorang teman sekolahnya bernama Fuad. Atau cerita mengenai persahabatan yang terjalin antara Puri dan kedua sahabatnya, Fifi dan Agustini. Bagaimana mereka bertiga menjalani masa-masa indah bersama di SMA. Termasuk ketika mereka memberi dukungan dan kekuatan saat Puri pun belakangan diketahui terkena penyakit Lupus.
Awalnya Puri mencoba menutup-nutupi penyakit Lupus yang dideritanya. Ia tidak ingin mamanya kuatir dengan kondisinya, mengingat Rehana kakaknya pun dalam kondisi kritis. Namun, tetap Tuhan pula yang berkehendak. Rehana sang kakak pun akhirnya meninggal dunia. Bersamaan itu pula Penyakit Lupus yang di derita Puri mulai bereaksi dan menyerang kakinya. Hal itu membuat Puri harus rela menerima salah satu kakinya di amputasi akibat penyakit Lupus.
Di saat menghadapi masa terpuruk itulah, tidak lantas membuat Puri lama meratapi nasib dan putus asa.  Berkat dukungan mama dan orang-orang terdekatnya, Puri mencoba bangkit dan meraih impiannya kembali. Puri percaya setiap kesulitan pasti akan ada jalan, bila kita percaya dan terus berusaha. Novel ini akan semakin menarik bila Anda baca sendiri. Selain mengharu biru dengan perjuangan Puri dan Rehana, novel ini pun sangat menginspirasi pembacanya untuk tidak menyerah dalam menghadapi permasalahan.
Inni Indarpuri, selaku penulis yang juga merupakan aktivis volunteer dari Suforda, salah satu komunitas Lupus di Kaltim,  cukup jeli menceritakan secara detiil mengenai penyakit lupus di novel ini. Baik ciri-ciri yang biasa penderita alami, pengobatannya, bahkan hal-hal lain yang menyangkut mengenai penyakit ini. Semua coba ia rangkum dalam bentuk aluran cerita dalam novel ini. Termasuk bagaimana konflik yang terjadi antara tokoh utama dan tokoh lainnya .
Sehingga wajar bila saya pribadi katakan, bila novel ini selain memuat unsur moral ikatan kekeluargaan dan persahabatan, dan semangat untuk tidak menyerah dalam menghadapi segala cobaan. Novel ini pun memberikan pelajaran tersendiri untuk pembacanya mengenai penyakit Lupus itu sendiri.
            Semoga novel ini bisa memberikan manfaat dan hikmah tersendiri bagi para pembacanya.  Dan tentu saja saya berharap dunia kepenulisan di Kaltim akan banyak memberikan warna tersendiri di masa yang akan datang.  Amin. 
Read More

Senin, 24 September 2012

Buku Test Pack akhirnya di Filmkan ! Wow !



saya ingat pertama kali membeli buku ini pada tahun 2005, di Toko Buku Gramedia Pekanbaru.  saat itu saya berkunjung ke Kota Pekanbaru, dalam rangka lawatan mengikuti Kongres Cerpen Indonesia (KCI) 2005,dengan Riau sebagai tuan rumah penyelenggara.

Buku ini memberikan warna tersendiri saat saya membaca.  Bukan hanya karena saya tertarik dengan tulisan penulis Ninit Yunita di buku itu, tetapi karena saya sudah jatuh cinta dengan tulisan Ninit pada buku pertamanya yang berjudul Kenapa Lo Putusin Gue? hehehe..

Kisah Tata dan suaminya yang sama-sama muda, dan energic, di padu dengan kisah romantis dan kocak antara keduanya.  Terbelit kisah kehidupan pribadi mereka yang tidak kunjung mendapatkan momongan.  hingga ketahuan pada saat terakhir, bahwa sang suami ternyata tidak dapat memberikan keturunanl !  Disinilah kisah yang membuat saya merenung lebih lama.  ternyata semua orang memiliki masalah pribadi dalam kehidupannya.  Dan masalah tersebut berbeda-beda yang di hadapi.  seperti misalnya tata dan suami yang memiliki kehidupan karier dan finansial yang mapan, namun harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak mungkin memiliki anak bila dilihat dari segi kedokteran.

Dengan kekuatan cinta yang mereka miliki dan rasa menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain, membuat mereka akhirnya mengiklaskan dan menerima semua yang terjadi dengan sikap lebih bijaksana dan mensyukuri apa yang selama ini mereka miliki.  Ya, termasuk mensyukuri mengenai makna cinta sesungguhnya...

buku ini mengajarkan saya mengenai makna keiklasan dan cinta sesungguhnya.. memang tidak mudah mengarungi sebuah bahtera rumah tangga, termasuk kita akan menghadapi berbagai macam persoalan dan kendala.  namun, tetap semuanya kembali pada pasangan itu sendiri.  Kemampuan mereka untuk menghadapi semuanya membutuhkan kekuatan cinta, kasih sayang, perasaan iklas dan bersyukur...

Yuk, mari kita bersyukur dan terus bersikap yang terbaik dalam menghadapi kehidupan ini... :)

PS : makasih ya mbak Ninit atas novelnya..., nggak sabar pengen nonton film ini.



Read More

Senin, 14 Mei 2012

Buku Yes Women Can ! Karya Gunawan Ardiyanto



Judul Buku  : Yes Women Can !
Penulis        : Gunawan Ardiyanto
Penerbit      : NS Books
Halaman     : 124 Halaman
Tahun         : April 2012

Buku Yes Women Can!  , merupakan buku yang di tulis oleh Bapak Gunawan Ardiyanto, seorang kosnultan dan pengajar di bidang  bisnis dan kewirausahaan.   Buku ini sangat menarik untuk di baca, khususnya bagi para wanita yang ingin memulai dan mengembangkan Bisnis.  Buku ini pun menjelaskan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin bagi seorang wanita untuk berbisnis.  Semua tergantung dengan pola pikir wanita tersebut, dan bagaimana dengan action atau tindakannya dalam memulai bisnis. tentu saja tanpa harus  kehilangan waktu bersama  dengan keluarga, serta tetap mendapatkan penghasilan dari bisnis tersebut.

 Ada beberapa bab dalam buku ini yang bisa di cermati, yaitu bab 1 membahas mengenai Mitos, Keluarga, Karier, dan Usaha.  Bab 2 membahas mengenai memunculkan ide, melihat peluang, dan memilih jenis usaha.  Bab 3 membahas memulai persiapan dan membuat rencana bisnis.  Bab 4 membahas tentang pelaksanaan rencana bisnis, dan bab 5 mengenai profil wanita berwirausaha. Alhamdulillah, salah satu profil wanita berwirausaha dalam buku ini mengangkat profilku dengan bisnis Event Organizer  Fight & Winner. :D

Dalam buku ini, kita akan dipandu bagaimana memulai dan mengembangkan bisnis, mulai dari memikirkan ide, menangkap peluang, merencakakan bisnis berserta analisanya, hingga bagaimana pelaksanaanya.  Buku ini dapat menjadi inspirasi dan panduan bagi wanita untuk dapat berbisnis dan mengalahkan ketakutan dan kekuatiran dalam berbisnis.  Terlebih terdapat 20 profil wanita dengan berbagai jenis usaha yang di kemukakan penulis.  Siapa tahu di antara mereka, ada yang bisa menginspirasi Anda untuk berbisnis :)
Read More

Sabtu, 28 April 2012

Storycake For Amazing Moms : Cerita Para Ibu Hebat


dimuat di Tribun Kaltim, 29 April 2012


Judul.              : Storycake for Amazing Moms
Penulis             : Ria Fariana, Inni Indarpuri, Haziah, dkk
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman          : 233 Halaman
Tahun              : 2012

Ibu adalah sebutan untuk seorang perempuan yang begitu berarti bagi kehidupan seorang anak. Kisah-kisah indah mengenai Ibu terangkum dalam buku Story Cake For Amazing Moms. Terdapat 46 kisah inspiratif penulis mengenai  para ibu hebat yang dituliskan di buku ini. Kisah-kisah tersebut tersaji indah  dan menginspirasi,  membuat kita yang membacanya akan semakin menghargai dan menyayangi sosok ibu dengan berbagai kemuliaaannya.

Sebut saja kisah Inni Indarpuri, penulis asal Samarinda yang bercerita mengenai Bunda sejuta Anak.  Ia bercerita mengenai kisahnya  memiliki anak kandung dan  beberapa anak angkat yang tinggal di berbagai Kota. Terlebih anak-anak tersebut mengalami kondisi fisik yang sama yaitu menderita sebuah penyakit menahun. Hal itu membuat hubungan mereka semakin dekat dan akrab.   Berbagai cerita sedih atau bahagia yang Inni lalui bersama mereka. Jarak yang terbentang tidak membuat hubungan itu renggang. Tetapi semakin mempererat hubungan mereka. 

Ada pula kisah Haziah, penulis asal Samarinda yang mempunyai kantong Doraemon. Ketika  terjadi masalah pelik yang ia hadapi bersama keluarga tidak lantas membuatnya patah semangat.  Selalu ada jalan atau cara yang bisa ia lakukan untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Ia pun mengistilahkan  Kantong Doraemon untuk setiap solusi atau cara menghadapi masalahnya.

Kisah lain, kisah seorang ibu yang menolak tawaran uang untuk di tukarkan dengan bayinya. Sang ibu memilih untuk bekerja keras menghidupi keluarganya. Atau kisah seorang ibu yang  menomor satukan si bayi  dan  hak ASI ekslusif dengan membawa si bayi kemana saja.  Termasuk saat kuliah dan bekerja.

Membaca buku ini membuka pemahaman  pembaca, profesi ataupun kesibukan yang dilakoni seorang ibu,  ia selalu bisa  membagi waktu dan pikirannya untuk semua kegiatan tersebut. Walaupun hal itu tidak mudah, namun semua dilakukan para ibu dengan penuh kesabaran dan cinta untuk keluarganya. Betapa mulianya kisah-kisah mengenai ibu yang terangkum indah dalam buku ini. 
Read More

Minggu, 22 April 2012

Resensi Buku A Cup Of Tea Menggapai Mimpi


dimuat di Tribun Kaltim, Minggu 22 April 2012



Kekuatan Menggapai Mimpi 

Judul                : A Cup Of Tea – Menggapai Mimpi
Penulis             : Herlina P. Dewi, Dwi Rahmawati, dkk 
Penerbit           : Stilleto 
Tahun              : Februari 2012 
Tebal               : 220 halaman

Setiap orang mempunyai mimpi dalam hidupnya, namun tidak banyak yang berusaha untuk mewujudkannya. Buku "A Cup of Tea - Menggapai Mimpi”  adalah kisah-kisah  inspiratif yang ditulis  oleh 20 penulis.   Di dalam buku ini menceritakan kisah inspiratif mengenai perjuangan menggapai mimpi. Sering kali untuk mewujudkannya, kita akan terbentur dengan berbagai persoalan, kendala, bahkan membuat kita terpuruk. Padahal semua itu merupakan proses yang harus dijalani untuk meraih mimpi kita.  

Para penulis di buku ini antara lain Herlina P (Jakarta), Dwi Rahmawati (Samarinda), Drg. Deasy Rosalina (Korea) Meilina Widyawati (Australia), Anya Rey (Amerika), dan lain-lain. Para penulis mencoba berbagi kisah mereka meraih impian agar bisa bermanfaat bagi orang lain. Kendala ataupun hambatan yang dihadapi, tidak membuat mereka menyerah untuk meraih mimpi.

Dwi Rahmawati penulis asal kota Samarinda ini bercerita tentang mimpinya untuk menjalankan  bisnis sendiri. Setelah memutuskan berhenti bekerja untuk fokus mengurus keluarga, Ia pun berupaya mewujudkan mimpinya. Hingga akhirnya ia sukses merintis usaha yang diimpikan sejak dulu.

Ada pula kisah Deasy, yang awalnya hanya anak dari keluarga yang sederhana. Dengan berbagai usaha  kerja keras akhirnya bisa menggapai impiannya sebagai dokter gigi.    Disamping itu ada pula kisah perjalanan seorang penulis yang naskahnya sering di tolak penerbit, hingga akhirnya bisa menjadi penulis terkenal. Atau perjuangan seorang perempuan desa yang akhirnya menjadi ilmuan international.

Tidak ada kata terlambat ataupun menyerah untuk menggapai mimpi. Asalkan punya kemauan dan terus berusaha, maka mimpi-mimpi  akan terwujud.  Buku ini bisa menjadi penyemangat dan motivasi bagi pembaca untuk terus meraih mimpi tanpa berputus asa.
Read More

Resensi Buku For The LoveOf Mom


dimuat di Harian Tribun Kaltim, 15 April 2012

Judul Buku : For The Love Of Mom   
Jumlah Hal   : 292  halaman
penerbit        : Imania
Tahun            : Oktober  2011
Penulis          : Dyah Prameswari, Tri Wahyuni Rahmat, Inni Indarpuri, dkk

Ibu adalah sosok wanita dengan kasih sayang dan kesabaran yang luar biasa terhadap  anak-anaknya.  Ibu di ibaratkan sebagai sumber air yang cintanya tidak akan berhenti mengalir sepanjang hayat.  Perjuangan dan pengorbanan ibu untuk membesarkan dan mendidik anak-anaknya,sangatlah besar dan sulit tergantikan oleh apapun.  

For The Love Of Mom sebuah buku antologi yang berisi 40 kisah dari 37 penulis yang mengisahkan mengenai ibu dari para penulis.  Kisah-kisah tersebut akan mampu membuat Anda terharu dan terenyuh dan akan memberikan penghormatan sangat tinggi untuk seorang ibu.   

Para penulis dalam buku ini  merupakan penulis yang sudah punya nama di blantika nasional dan berdomisili tidak hanya di Indonesia , tetapi juga di luar negeri. Antara lain Dyah Prameswari (Bandung), Tri Wahyuni Rahmat (Bontang), Inni Indarpuri (Samarinda),  Lygia Nostalina (Bandung), Fita Chakra (Depok), Ary Nur Azizah (Malaysia),  Ofi Sugito (Belanda) , Wyvera (Medan), dan lain-lain.

Membaca buku ini membuat Anda teringat akan kebaikan-kebaikan yang selalu ibu Anda lakukan.  Buku ini mengungkapkan sosok ibu yang tiada duanya.  Mulai dari perjuangan ibu yang rela pergi ke negera lain hanya untuk menghidupi anak-anaknya, perjuangan ibu yang mampu menjadi sandaran Anak saat si Anak membutuhkannya.
  
Sebut saja kisah dari Tri Wahyuni Rahmat, salah satu penulis dari Bontang.  Ia menceritakan bagaimana hubungannya dengan sang ibu yang awalnya biasa-biasa saja.  Seiring perjalanan waktu dan ia mulai menjalani kehidupan berumah tangga dan menjadi seorang ibu,  ia  pun menyadari betapa besar kasih sayang sang ibu. Terlebih ketika ibunya mengalami kecelakaan yang nyaris membuatnya kehilangan sang ibu.  Ia sadar betapa besar cintanya kepada ibu yang selama ini pun mencintainya.

Kisah Inni Indrapuri, penulis dari Samarinda, yang menceritakan kisah tentang sang mama yang selalu menyayangi dan menjaganya.  Bahkan saat anaknya menderita sakit,  sang ibu pun tetap memberikan semangat dan mendampingi Inni untuk merawat anaknya dengan penuh kasih sayang.  Baginya, mama adalah perempuan terhebat di seluruh dunia.

Buku ini di tulis dengan bahasa ringan namun sanggup mengusik emosi Anda.  Buku ini pun layak di jadikan koleksi, atau menjadi hadiah kepada orang-orang terdekat, khususnya kepada Ibu, untuk menunjukkan betapa besar penghormatan kepada seorang Ibu.



Read More

Resensi Buku Kehamilan Yang Menakjubkan


   

Dimuat di Tribun Kaltim, Minggu 1 April 2012

Judul Buku : KEHAMILAN YANG MENAKJUBKAN
Jumlah Hal : 216 lembar
penerbit : Leutika Prio 
Tahun : Desember 2011
Editor : Sari Azis 
Penulis : Tri Wahyuni Rahmat, dkk

Kehamilan pengalaman paling menakjubkan bagi para wanita. Kondisi di mana kekuatan mental dan iman mereka diuji selama sembilan bulan. Berbagai hal mungkin terjadi saat itu, yang terkadang memilukan namun kebanyakan membahagiakan. 

Hal itu yang kemudian di gagas oleh Tri Wahyuni Rahmat dan Sari Azis dalam sebuah buku berjudul "Kehamilan Yang Menakjubkan". Buku ini  mengupas pengalaman nyata para bibu saat menjalani kehamilan. Dilengkapi pula oleh penuturan beberapa orang suami ketika menghadapi isteri yang sedang hamil. 
Beragam kisah mengharukan dan membuat bibir tersungging membentuk senyum geli tersaji di sini. Ada yang mengisahkan dengan kesenduan, ada pula dengan lucu. 

Buku ini berisi 36 kisah inspiratif tentang kehamilan, yang ditulis oleh para penulis yang sudah punya nama di blantika nasional.  Para penulis buku ini  berdomisili  di berbagai kota  di Indonesia, maupun luar negeri. Antara lain Tri Wahyuni Rahmat (Bontang), Sari Azis (Samarinda), Atik Herwening (Brazil), Astri Paramita (Surabaya), Rosita Dani (Sidoarjo), Nurul Septiani (Jepang), Dewi Rieke (Bandung), Amien Wangsitalaja (Jogjakarta), El Kinanti (Kupang), Sunaryo Broto (Bontang), dll.

Kisah-kisah dibuku ini memang sangat inspiratif, sebut saja kisah Atik yang sekarang berdomisili di Brazil. Saat hamil ia di vonis menderita
infeksi TORCH ( Toxoplasma, Rubella, CMV, Herpes ).   Sesuatu yang sangat mengerikan menghantui kehamilannya. Banyak hal  yang dirasakannya,  namun dengan dukungan suami dan keluarga, ia berhasil melewatinya. 

Lain halnya yang terjadi dengan Tri Wahyuni Rahmat.  Kehamilan yang tidak terduga membuatnya nyaris tidak siap menerimanya.  Namun berkat dukungan suami dan oramg terdekatnya, ia akhirnya menerimanya dengan senang hati. Bahkan terinspirasi untuk membuat buku ini. Kisah lainnya yang tak kalah menarik adalah Dewi Rieke, yang menjalani umroh saat sedang hamil muda.  Dan Linda, yang setiap mengalami kehamilan selalu mendapat kesempatan keluar negeri. Serta kisah kehamilan Nurul yang harus menghimpun kekuatan saat  terjebak gempa dan tsunami di Jepang.

Fase ngidam dalam kehamilan ternyata tidak hanya mutlak dirasakan oleh istri , tetapi ternyata hal itu bisa pula di rasakan  suami. Seperti yang terjadi oleh Rahmat Arya yang merasakan ngidam dan mual-mual, bertepatan ketika istrinya hamil.   Kisah Asep dalam Wedang Jahe dan Segelas Ramuan Cacing memang menarik dan lucu. Saat sang istri hamil mengalami suhu badan panas tinggi, ia terpaksa memberikan ramuan cacing resep dari saudaranya. Atau kisah Rafif Amir yang kerap kaget melihat perubahan sang istri ketika hamil, saat fase ngidam hingga mual bila berdekatan dengan dirinya.

Buku ini sangat bagus dibaca dan dimiliki bagi pasangan suami istri yang sedang menanti kehadiran anak ataupun yang sudah memiliki anak. Karena banyak nilai-nilai moral dan pelajaran  yang bisa dipetik dari buku ini.
Read More