Tampilkan postingan dengan label FIKSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FIKSI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juli 2013

Resensi Stroycake For Your Life Mompreneur : Berbagi Kisah Suka Duka Berbisnis Para Ibu


Judul Buku      : Storycake for Your Life, Mompreneur
Penulis             : Ari Kurnia, Tri Wahyuni Zuhri, Retno Dwi, dkk.
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 259 hal
Tahun              :2013

Apa yang ada dibenak Anda saat membaca kisah-kisah tentang suka duka berbisnis dari 34 para ibu? Tentunya akan membangkitkan rasa penasaran sekaligus ingin tahu,  mengenai perjuangan mereka dalam meniti bisnis sembari tetap bisa fokus mengurus rumah tangga.  Buku Storycake for your life mompreneur, merupakan buku antologi  terbaru terbitan PT. Gramedia Pustaka bekerjasama dengan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dan Ibu-Ibu doyan Bisnis (IIDB).      
Membaca buku setebal 259 halaman ini, seakan membawa kita mengamati dan merasakan satu persatu kisah para ibu yang penuh semangat walaupun terkadang jatuh bangun untuk tetap mandiri membangun usahanya sendiri.  Para mompreneur yang notabene pula berperan ganda, bertutur bagaimana mereka harus membagi waktu dan pikiran untuk mengatur kegiatan berbisnis dan kewajiban sebagai istri dan ibu.
Memang bukan hal yang mudah, bahkan tidak jarang mereka merasakan sedih, kecewa, bahkan hampir menyerah untuk menjalankan bisnis tersebut. Namun, keteguhan hati dan rasa optimis kerap menjadi penyelamat bagi diri mereka untuk selalu bangkit dan kembali melangkah.Walaupun kegiatan berbisnis hampir dilakukan dari rumah, namun mereka mampu mendapatkan penghasilan bagi keluarga. Dukungan keluarga terutama suami, anak-anak serta para sahabat turut menjadi andil dalam suksesnya bisnis yang mereka jalankan.

34 orang penulis buku ini tidak hanya berasal dari Indonesia saja, tetapi ada pula yang berdomisili di luar negeri. Yang menarik ada 2 penulis berasal dari Kaltim yaitu Tri Wahyuni Zuhri dan Retno Dwi.  Tri Wahyuni Zuhri yang saat ini berprofesi sebagai mompreneur sekaligus trainner dalam penulisan, bertutur mengenai kisah jatuh bangunnya saat menangani bisnis Event Organizer (EO). Bisnis EO yang dirintisnya kerap mengalami berbagai tantangan. Namun dengan kerja keras dan rasa optimis, dia mampu menaklukkan tantangan tersebut.

Demikian pula kisah Retno Dwi.  Berawal dari keputusannya untuk fokus keluarga maka ia pun  memulai bisnis dari rumah. Walaupun  mengalami fase yang penuh perjuangan, akhirnya Retno pun berhasil menjalankan bisnisnya di bidang kuliner. Kegiatan bisnisnya ini pun di dukung penuh suami dan anak-anaknya.  Ada pula kisah Bunda Haifa yang berbisnis dibidang kue. Profesinya tersebut acapkali membuatnya harus mengatur waktu dan tenaga untuk melayani pelanggan dan keluarga. Terlebih ia pun berprofesi sebagai penulis buku yang kerap dikejar dateline naskah oleh penerbit. Namun dengan disiplin waktu dan tetap menjaga profesionalisme, ia bisa menjalani semua kegiatan tersebut. 
Banyak jalan menuju roma, setidaknya hal itu yang bisa digambarkan dalam buku ini. Termasuk bagaimana sebuah hobby menjadi bisnis.  Roza Rianita salah satu ibu yang berhasil merubah hobby membuat kerajinan menjadi pundi-pundi pendapatan baginya. Sejak masih gadis, Roza sangat tertarik dengan bisnis kerajinan, antara lain parcel dan hantaran pernikahan belakangan ia mengembangkan bisnis weeding organizer. Roza pun kerap menjadi narasumber pelatihan sekaligus penulis beberapa buku keterampilan.

Tidak ada yang tidak mungkin bila selalu berusaha. Begitulah yang hendak disampaikan oleh para ibu di buku ini.  Mereka dengan berbagai latar belakang yang berbeda ternyata mampu menangkap berbagai peluang, mewujudkan berbagai ide ataupun mengembangkan hobby menjadi hal-hal positif yaitu berbisnis.  Tentu saja buku ini menjadi rekomendasi bagus untuk para ibu yang memiliki keinginan memulai bisnis. Ataupun bagi  para ibu yang telah menjalani bisnis untuk terus menambah motivasi berbisnis.
Read More

Selasa, 19 Maret 2013

PERAYAAN SETAHUN ANTUSIASME (8): Wawancara Bersama Penggagas Buku "Kehamilan yang Menakjubkan"

Beberapa waktu lalu, saya mendapat kesempatan di wawancarai oleh mbak Fida Abbot.  Saya adalah salah satu pembaca novel beliau yang berjudul Antusias. Wawancara kali ini merupakan rangkaian dari perayaan ulang tahun novel tersebut :

sumber : website mbak Fida Abbot :


PERAYAAN SETAHUN ANTUSIASME (8): Wawancara Bersama Penggagas Buku "Kehamilan yang Menakjubkan"

"GREAT AUTHORS SUPPORT EACH OTHER" (Fida Abbott, February 2013), itulah tema memeringati setahun novel Antusiasme yang diusung oleh penulisnya sendiri.

Wawancara esklusif dalam rangka memeringati acara tersebut (versi Bahasa Indonesia) sudah berakhir dengan ditandai oleh persembahan wawancara terakhir dari seorang penggagas terbitnya buku berjudul Kehamilan yang Menakjubkan di blog ini yang telah diterima pengajuannya akhir bulan lalu.

Siapakah ia dan buku apakah yang telah menjadi sesuatu yang banyak ditunggu pembacanya?  Mari ikuti wawancara esklusif ini bersama Tri  Wahyuni Zuhri, seorang penulis aktif dan kreatif berasal dari Samarinda.

Bagi para penulis lainnya yang tertarik untuk berpartisipasi di acara wawancara esklusif ini, mohon menunggu pada acara-acara selanjutnya.  Agar tidak ketinggalan berita, Anda bisa berlangganan di blog ini.

WAWANCARA ESKLUSIF

Sari Azis (kiri) dan Tri Wahyuni Zuhri (kanan)
A: Buku Kehamilan Yang Menakjubkan ini tampaknya menarik. Ide apa yang memotivasi Anda menggagas terbitnya buku ini?
T: Buku Kehamilan yang Menakjubkan ini memang memiliki arti tersendiri bagi saya secara pribadi. Berawal dari kegundahan saya, ketika mendapatkan kenyataan bahwa saya hamil kembali. Mengingat anak-anak saya masih kecil, dan riwayat kehamilan sebelumnya tidak mudah karena saya harus bed rest panjang.

Namun saya sadar, kehamilan merupakan sebuah anugerah dan keajaiban dari Tuhan. Saya tidak mungkin bersedih atau menolak anugrah itu. Hingga akhirnya muncul ide untuk membuat buku yang berisi kisah-kisah nyata mengenai kehamilan.

Saya yakin banyak pasangan yang memiliki beragam cerita mengenai kehamilan yang mereka jalani. Tentu saja banyak moment yang tidak bisa terlupakan begitu saja. Selain sebagai support saya pribadi yang saat itu sedang hamil, saya pun ingin memberikan kesempatan para ibu untuk menyeritakan kehamilan yang dijalani atau yang pernah dialami. Tidak hanya moment kebahagiaan, kegembiraan tetapi juga perjuangan yang mereka bisa tumpahkan dalam tulisan. Saya berharap buku ini akan menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi siapa saja yang membacanya.

Beruntung ide saya ini didukung penuh oleh suami, serta patner kerja saya, Sari Azis. Bersamanya, saya beberapa kali terlibat proyek penulisan. Sari Azis dengan senang hati bersedia saya daulat menjadi juri serta editor buku ini.

A: Bagaimana Anda merealisasikan terbitnya buku tersebut?
T:  Karena buku ini berbentuk antologi berisi berbagai kisah kehamilan, tentu saja dibutuhkan beberapa kontributor penulis. Saya dan Sari pun sepakat untuk membuat sebuah lomba menulis dengan tema Kehamilan yang Menakjuban di jejaring sosial. Dari peserta lomba tersebut, nantinya akan disaring 30 orang yang lolos dan karyanya dibukukan menjadi satu.

Beruntung pula suami saya mendukung penuh ide saya ini. Ia pun bersedia membantu menjadi sponsor, termasuk sponsor hadiah lomba kepada para pemenang, serta turut membantu hingga buku ini terbit.

A: Bagaimana respons dari para calon kontributor yang termasuk para peserta lomba?
T: Terus terang, saya dan Sari Azis cukup terkejut dengan respons para peserta lomba. Apresiasi yang sungguh luar biasa ditunjukkan dengan meningkatnya peserta yang mengikuti lomba ini. Ada sekitar 235 tulisan yang kami terima pada saat penutupan lomba. padahal masih ada banyak tulisan lagi yang terpaksa kami tidak terima karena melewati batas penutupan lomba. Yang cukup menarik, peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi dari negara lain seperti Malaysia, Brazil, Jepang.
Kisah yang mereka ceritakan pun beragam. Tidak hanya kisah kehamilan yang dituturkan oleh para istri, melainkan para suami yang menyeritakan kehamilan istrinya, atau kisah kehamilan yang dialami ibu, saudara ataupun kerabat mereka. Kisah-kisah itu tidak hanya berisi kebahagiaan dan rasa suka cita tetapi ada pula yang berkisah tentang perjuangan, keharuan, hingga keiklasan.


A: Judul apa yang ditulis oleh pemenang pertama? Ceritanya mengenai apa?
T:  Judul tulisan pemenang pertama yaitu Miracle Baby. Tulisan ini memang sangat kuat penulisannya dari segi tema yang diangkat. Tulisan ini berkisah tentang pengalaman seorang perempuan yang hamil, namun di sisi lain ia divonis oleh dokter mengidap penyakit yang bisa membahayakan janin yang dikandungnya. Namun ia tidak putus asa, dan tetap berikhtiar serta mempertahankan kandungannya. Ia pun mencoba mencari kebenaran dengan berbagai informasi dan dokter lainnya.

Walaupun perjalanan kehamilan tersebut penuh perjuangan, ia tetap berkeyakinan Tuhan akan memberikan kekuatan dan keajaiban. Dan akhirnya doa dan harapannya terwujud. Anaknya lahir dengan sehat dan sempurna. Bahkan saat ini sang anak mempunyai prestasi akademik yang membanggakan.

Kisah Miracle Baby ini memang layak menjadi pemenang. Kekuatan cerita dan hikmah di dalamnya benar-benar menginspirasi setiap pembaca.

A: Bagaimanakah respons para pembaca setelah terbitnya buku ini dan cara jitu Anda memasarkan buku tersebut?
T: Respons  pembaca sungguh di luar dugaan kami. Mereka sangat senang dan menunjukkan apresiasi atas terbitnya buku ini. Banyak kisah di dalamnya yang menginspirasi dan menguatkan. Bahkan buku ini tidak hanya dijadikan koleksi pribadi. Ada pula yang memberikan buku ini sebagai hadiah untuk istri, keluarga, kerabat, atau teman mereka.

Ada pula pembaca yang mengaku tersenyum terus membaca buku ini, khususnya setelah membaca kisah yang dituliskan para suami tentang kehamilan istri mereka. Para suami menulis kisah mereka mendampingi sang istri selama hamil, termasuk menghadapi fase ngidam ataupun mood istri yang berubah-rubah selama hamil. Namun ada pula pembaca yang begitu terharu karena ada beberapa kisah yang penuh dengan perjuangan luar biasa. Misalnya kisah seorang perempuan yang harus mengalami keguguran beberapa kali, namun ia tetap tidak menyerah untuk hamil kembali; atau cerita bagaimana seorang ibu yang sedang hamil harus berjuang hidup saat tsunami terjadi di Jepang. Begitu pula cerita seorang ibu yang berjuang demi bayinya, dan harus menerima dengan iklas ketika sang bayi lebih dahulu dipanggil Tuhan.

Semua cerita bertutur dengan indah dan tetap memberikan arti bahwa kehamilan merupakan sebuah anugreah. Beberapa cara jitu untuk mempromosikan buku ini, yaitu melalui jejaring sosial, blog, internet, launching, serta bedah buku, bahkan dengan meresensinya di berbagai media daerah dan nasional. Pembaca pun bisa memesan langsung ke penerbit buku ini.

A:  Bagaimanakah respons para pemenang dan penulis yang telah terpilih tulisannya untuk dibukukan tersebut? Lalu apakah pengaruhnya terhadap Anda sebagai penggagas utama terbitnya buku tersebut?
T:  Tentu saja respons pemenang dan penulis dalam buku tersebut sangat senang. Mereka sangat bahagia dengan kehadiran buku Kehamilan yang Menakjubkan. Kisah-kisah kehamilan yang mereka alami bisa diwujudkan dalam buku. Selain sebagai bentuk apresiasi dari pengalaman mereka, buku ini membawa manfaat positif bagi pembacanya.

Buku ini sangat berpengaruh besar bagi kehidupan saya. Begitu pula bagi patner kerja saya, Sari Azis. Bagi saya, buku ini benar-benar spesial karena begitu banyak kisah-kisah di dalamnya yang membuat saya terinspirasi untuk lebih bersyukur kepada Tuhan, khususnya mensyukuri kehamilan saya yang alami kala itu. Di sisi lain, buku ini pun memberikan kesempatan saya berkenalan dengan teman-teman sesama penulis dan penerbitan. Sungguh hal itu merupakan anugerah yang tidak saya duga sama sekali.

A:  Pesan apakah yang ingin Anda sampaikan kepada para calon ibu baru atau mereka yang sedang menantikan kehamilan dan sekaligus menghadapi berbagai macam masalah yang akan memengaruhi kehamilan mereka?
T:  Pesan saya kepada teman-teman agar selalu bersyukur, bersemangat, berfikir positif dalam kehidupan ini. Kehamilan merupakan anugrah dan keajaiban luar biasa yang diberikan oleh Tuhan. Walaupun bisa saja dalam perjalanan kehamilan itu terasa bahagia, sedih, haru, namun semua benar-benar menakjubkan untuk dijalani. Apabila saat ini, ada yang masih menanti kehamilan, jangan mudah menyerah atau patah semangat. Yang terpenting tetap berusaha dan berdoa. Tuhan pasti mendengarkan doa-doa kita.

A:  Sebagai salah satu pembaca novel Antusiasme, apa yang memotivasi Anda untuk ingin membaca buku tersebut dan dimanakah Anda mendapatkannya?
T:  Terus terang, pertama kali saya melihat cover novel Antusiasmetersebut di sebuah group penulisan di jejaring sosial, saya langsung tertarik sekaligus penasaran. Saya pun segera search di internet untuk mengetahui lebih lanjut mengenai buku ini. Terlebih di cover depan tertulis jelas "Pinnacle Book Achievement Award". Apalagi penulisnya orang Indonesia juga. Saya pikir pasti novel ini luar biasa sampai bisa mendapatkan penghargaan seperti ini di Amerika Serikat.

Ketika saya mengunjungi orang tua di Samarinda, saya menyempatkan diri ke Toko buku Gramedia . Dan wow!  Begitu girangnya saya mendapatkan novel tersebut dipajang rapi di salah satu rak untuk buku terbaru. Tanpa pikir panjang saya langsung membelinya. Ternyata novel itu memang luar biasa.

A:  Bagaimanakah cerita dalam novel tersebut dapat memengaruhi kehidupan Anda dan hal-hal apakah yang dapat dipetik sebagai pembelajaran?
T:  Banyak hal dari novel tersebut yang membuat saya terkesan dan memang hal itu merupakan kekuatan dari novel itu sendiri. Terutama bagaimana sikap antusias bisa membuat seseorang lebih bersemangat dan bergairah menjalani kehidupan ini. Salah satu hal yang saya kagum dan belajar dari novel ini, khususnya pada tokoh utama, mengenai bagaimana seorang ibu rumah tangga bisa tetap berkarya tanpa melupakan kehidupan keluarganya. Karena sering kali, banyak ibu rumah tangga yang malah merasa tidak berkarya lagi dengan banyak urusan rumah dan pribadi.  Tidak ada yang tidak mungkin bagi perempuan untuk berkarya namun tetap menomor satukan keluarga, asalkan yakin, disiplin dan terus berusaha.

A: Dari hasil menikmati Antusiasme, cerita apa yang menurut Anda paling menarik dan paling Anda sukai? Apakah alasannya dan dapat ditemukan di bab ke berapa?
T: Sebenarnya banyak cerita yang menarik dan menyentuh perasaan saya dari novel ini, tertama pada bab yang mengisahkan perjuangan tokoh utama. Bagaimana memulai menulis ia lakukan sungguh-sungguh secara disiplin dan konsisten. Walaupun ia sempat mempunyai kendala dalam penguasaan bahasa, semua bisa ia taklukan dengan kesungguhan. Demikian dalam cerita bagaimana keluarga, khususnya suami dan anak untuk mendukung aktifitas dan pekerjaannya. Namun tetap ia berusaha tidak bergantung dan berdiri dengan kemampuannya sendiri. Jujur saja, dari cerita dalam novel itu menambah semangat saya untuk bangkit dan terus berkarya walaupun dalam kondisi apa pun.

A: Kira-kira kepada siapa Anda merekomendasikan novel Antusiasme dan apakah alasannya?
T:  Seperti saya bilang sejak awal, novel ini memang luar biasa. Tentu saja saya rekomendasikantidak hanya kepada teman-teman sesama penulis, tetapi kepada keluarga, kerabat dan teman-teman karena begitu banyak hikmah yang bisa dipetik dalam novel ini. Dan itu pun bisa diambil hikmahnya oleh semua orang.

A: Kembali mengenai buku Kehamilan Yang Menakjubkan, kepada siapa Anda merekomendasikannya dan di mana saja mendapatkannya?
T:  Buku ini saya rekomendasikan tidak hanya kepada pasangan suami istri, tetapi juga kepada masyarakat secara luas. Buku ini bisa dipesan langsung ke penerbitnya, di website http://www.leutikaprio.com/produk/110210/true_stories/1111350/kehamilan_yang_menakjubkan


PROFIL PENULIS:

Tri Wahyuni Zuhrilahir di Samarinda, 1 Mei, 33 tahun lalu, terlahir dari pasangan H. Achmad Zuhri dan Hj. Noor Aisyah. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Brawijaya Malang, mulai menekuni dunia tulis-menulis ketika terjun pada kegiatan penulisan sejak SMP. Yuni, begitu ia biasa disapa, selama ini lebih banyak menulis dalam bentuk artikel dan essai. Ia telah menghasilkan tulisan-tulisan artikel dan essai serta beberapa cerpen dan puisi yang telah dipublikasikan, baik di media cetak maupun media internet.  

Buku-bukunya yang telah di terbitkan, Kumpulan cerpen Tidak Cukup Hanya Cinta (Penerbit Araska, 2008), Antologi cerpen Badadai (Araska, 2010), Antologi essai Perca (BWC, 2010), Curhat Bisnis(Calista, 2012), For The Love Of Mom (Etera, 2011), Cobek Digital Mom (2011), Anak Nakal atau Banyak Akal? (Elex Media, 2012), Ketika si Buah Hati Bertanya (Iklas Media, 2012), Kaltim dalam Cerpen Indonesia (Pustaka Spriti, 2011),  dan beberapa buku yang masih dalam proses penerbitan.  

Ia belajar sastra secara otodidak dan berdiskusi dengan para senior yang lebih dahulu terjun dalam dunia sastra, terutama dalam membuat cerpen dan puisi.   Hingga saat ini ia masih aktif dalam dunia penulisan dan aktif bersama teman-teman penulis Kaltim mengampanyekan cinta membaca dan menulis.  Selain itu ia telah meraih beberapa penghargaan di bidang penulisan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur dan Nasional. 

Ia tinggal di Bontang bersama suami dan buah hatinya. Akftivitas menulis dilakoninya dengan sepenuh hati dengan motivasi dan dukungan dari sang suami tercinta. Hingga kini ia aktif bergelut di bidang usaha sebagai mompreneur dan memiliki EO Fight & Winner. Aktif di Jaring Penulis Kaltim (JPK), Borneo’s Women Community (BWC), Studio Kata, Koordinator IIDN Bontang, Macibaku Bontang, serta kegiatan entrepreneur dan yang bersifat sosial.  Yuni dapat ditemui di triwahyunizuhri@yahoo.com atau di facebook (Tri Wahyuni Zuhri), dan Web http://yunisukses.com. (*)
Acara ini disponsori oleh:
dan







Fida Abbotthttp://novelantusiasme.blogspot.com/2013/03/perayaan-setahun-antusiasme-8-wawancara.html
Read More

Jumat, 01 Maret 2013

Resensi Jejak Tokoh Inspiratif - Ezrinal Azis


Menapak Kisah Para Tokoh Inspiratif
Oleh : Tri Wahyuni Zuhri
(Penulis, Trainner, Koord. IIDN Bontang)
Judul : Jejak Tokoh Inspiratif
Penulis : Ezrinal Azis
Penerbit : Alfa Publisher & Studio Kata
Hal: 138 Halaman
Tahun : 2013

Tidak banyak buku yang mengulas secara cerdas dan kritis jejak tokoh-tokoh Inspiratif Nasional maupun dunia, dari masa lalu hingga masa kini. Buku Jejak Tokoh Inspiratif karya Ezrinal Azis, merupakan salah satu buku tersebut.
Buku Jejak Tokoh Inspiratif terbitan Alfa Publisher dan Studio Kata ini berisi 26 kisah dari para tokoh inspiratif menurut versi penulis. Buku ini merupakan buku ketiga dari Ezrinal Azis, setelah sebelumnya pernah melahirkan buku Cerita Hati dan Sebening Air Mata.
Ada hal yang menarik dari profil Ezrinal Azis, selain sebagai penulis yang produktif, ternyata saat ini, Ezrinal menjabat dalam posisi penting di salah satu perusahaan terbesar di Kaltim, yaitu PT. Pupuk Kaltim. Tentu saja patut di apresiasi, karena ditengah kesibukan beliau, tetap bisa melahirkan karya-karya yang mampu mempesona pembacanya.
Kisah yang ditutur dalam buku ini dikemas dengan bahasa ringan, sederhana, kritis namun tetap bersahaja. Hal ini mencerminkan bagaimana cara pemikiran cerdas dan kritis sang penulis. Penulis mencoba menampilkan rekam jejak tokoh inspiratif dari sudut pandang pemikirannya secara jujur dan tulus.
Sebut saja tokoh-tokoh inspiratif yang coba penulis tuangkan dalam bukunya. Dari Amien Rais, Barbara Streisand, Munir, Cak Nur, Dalailama, Khalil Gibran, Umar Bin Khattab, Kartini, Mahatma Gandhi, Barack Obama, KH. Ahmad Dahlan, Jokowi - Ahok, dan beberapa tokoh lainnya.
Jokowi Ahok, adalah pasangan tokoh paling fenomenal belakangan ini ternyata mampu mencuri perhatian penulis. Penulis menggambarkan Jokowi sebagai fenomena yang menggembirakan sekaligus memberikan harapan kepemimpinan di negeri ini. Ahok pun tidak luput dari perhatiannya. Keberanian Ahok menangani anggaran keuangan pemerintah Jakarta, mendapat apresiasi masyarakat. Duet Jokowi Ahok memang bersumber pada kesungguhan, tekad, dan kerja keras.
Berbicara mengenai Kartini, penulis melihat Kartini sebagai sosok yang visioner. Sosok yang berkeyakinan bahwa melepaskan kaum perempuan dari kebodohan merupakan kemerdekaan sejati. Kemerdekaan sejati bukan hanya lahiriah ataupun politik, tetapi kemerdekaan dalam arti lebih utuh.
Penulis berkesempatan berkeliling dan tinggal di beberapa negara. Hal itu pun ternyata menjadi salah satu inspirasinya dalam menulis kisah inspiratif buku ini. Salah satunya saat penulis berkesempatan tinggal selama 2 tahun di Thailand. Penulis merasakan bagaimana pengaruh Raja Thailanddalam kehidupan masyarakat disana. Di Thailand, hubungan emosional kecintaan dan ketulusan antara raja dan rakyat masih terpelihara sampai saat ini. Hubungan itu pun diwujudkan dalam bentuk pembangunan dan kemakmuran.
Dalam beberapa tulisan, Penulis pun mencoba mengambil presepsi dari pemikirannya. Sebut saja kisah Irsyad Manji, seorang pemikir perempuan feminis revolusioner yang ternyata di nilai negatif sebagian orang. Namun Ezrinal seolah bisa mengambil sebuah sisi positif dari tokoh tersebut. Tentu saja, diperlukan wawasan luas sekaligus kritis untuk bisa menemukan sisi lain dari Irsyad Manji.
Buku ini semakin menarik dengan ilustrasi wajah para tokoh inspiratif yang di besut oleh Ilusator Sunaryo Broto. Membuat buku ini serasa lebih hidup dan bermakna. Semoga buku ini bisa menginspirasi dan pembaca dapat mengambil hikmah terkandung dalam jejak rekam tokoh yang diulas penulis. Sekaligus bisa terus menambah semangat menulis kepada masyarakat Kaltim, seperti yang dilakukan penulis di tengah kesibukannya bekerja. Selamat membaca..

Read More

Resensi Buku Keseimbangan Hidup Perempuan Stilleto Book



Resensi Buku Keseimbangan Hidup Perempuan

Oleh : Tri Wahyuni Zuhri
(Penulis, Trainner, Koordinator IIDN Bontang)

Judul : Keseimbangan Hidup Perempuan
Penulis : Irni Fatma Satyawati, S.Psi dan Asri Rachmawati
Penerbit : Stilleto Book
Jumlah Halaman : 194
Tahun : 2012

Menjadi seorang perempuan, merupakan anugrah luar biasa bagi saya. Dengan menapaki kondrat sebagai perempuan, membuat saya sadar betapa mulianya sosok makluk bernama perempuan tersebut.
Tuhan memberikan berbagai anugrah kelebihan yang hanya dimiliki perempuan. Tidak hanya kelebihan berupa rasa kasih sayang, kelembutan saja, namun perempuan mampu menempatkan diri dari berbagai kondisi. Bagi perempuan yang sudah menikah, ia berperan sebagai istri yang mendampingi suaminya. Ia pun berperan sebagai ibu yang melahirkan dan membesarkan anak-anaknya. Begitu pula dengan seorang perempuan lajang atau belum menikah.
Semua aktifitas tersebut rasanya tidak cukup dilakukan dalam waktu 24 jam. Terkadang semua rutinitas itu tidak hanya menyita waktu, pikiran bahkan tenaga. Namun bagi perempuan, mereka tetap bisa menempatkan diri untuk keluarga, teman, bahkan untuk pekerjaan.
Buku Keseimbangan Hidup Perempuan, merupakan salah satu buku yang menjabarkan bagaimana kehidupan perempuan menjadi lebih seimbang dan bahagia .Buku yang di terbitkan oleh Penerbit Stilleto ini memang sangat menarik untuk diulas. Selain memang isi buku yang berbobot dan penuh wawasan. Buku ini di tulis oleh dua penulis yang berbasic psikolog, yaitu Irni Fatma Sastyawati dan Asri Rakhmawati.
Irni Fatma merupakan salah satu dosen Prodi Psikologi di Samarinda. Selain itu ia aktif sebagai konselor freelance, Tester, dan interviewer di beberapa biro psiokologi di Kaltim. Buku ini merupakan buku keduanya, setelah Buku Ayo Kamu Pasti Bisa, terbitan PT. Gramedia Pustaka. Sedang Asri Rakmawati atau yang dikenal dengan Achi TM, adalah penulis buku dan skenario film.
Buku Keseimbangan Hidup memberikan penjelasan berserta tips-tips agar kehidupan perempuan menjadi seimbang. Tiap bab dalam buku ini dibagi dalam dua versi, yaitu Perempuan lajang dan perempuan yang sudah menikah. Ada 7 Bab dalam buku ini yang membahas mengenai kehidupan perempuan dalam versi lajang dan versi sudah menikah. Bab-bab tersebut yaitu, Happy Family, Kehidupan Karier, Kehidupan sosial, Keuangan, Cantik dan Sehat, Kehidupan spritual, dan Me, Time is Free Time.
Dalam buku ini, banyak hal menarik yang dibahas oleh kedua penulis. Selain bahasa dan penyajian tulisan yang enak di cerna, penulis pun memasukkan beberapa studi kasus sebagai bahan referensi bagi pembaca. Sebagai perempuan yang sudah menikah dan menjadi cantik dan sehat, ternyata tetap bisa dilakukan.
Banyaknya aktifitas dan kegiatan sebagai istri dan ibu, tidak berarti harus kehilangan waktu untuk merawat kecantikan dan kebugaran tubuh. Demikian pula bagi perempuan yang masih lajang. Dengan merawat kecantikan dan tubuh, bukan hanya menimbulkan rasa bahagia dan percaya diri pada Perempuan, hal itu pun merupakan wujud syukur kepada Tuhan. Masalah keuangan pun dibahas dalam salah satu bab buku ini. Mengelola keuangan secara benar dan bijak ternyata dapat dilakukan oleh perempuan menikah maupun lajang. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengelola keuangan tersebut. 
Membaca buku ini membuat kita semakin mengerti mengenai kehidupan perempuan. Bukan hanya melihat bagaimana aktifitas dan kegiatan yang perempuan lakukan, tetapi apa yang perempuan butuhkan agar hidupnya menjadi seimbang dan bahagia. Buku ini merupakan salah satu buku yang saya rekomendasikan untuk di baca oleh pembaca. Mudah-mudahan akan menambah wawasan dan pemahaman kita mengenai kehidupan perempuan yang lebih seimbang dan berkualitas
Read More

Jumat, 04 Januari 2013

Resensi Novel Never Give Up Karya Inni Indarpuri


Selalu Ada Jalan di Tengah Kesulitan

Oleh : Tri  Wahyuni Zuhri, SP
(Koordinator IIDN Kaltim,
Macibaku Bontang, STUDIO KATA)
Novel Never Give Up


 Judul                  : Never Give Up
Penulis                : Inni Indarpuri
Jumlah halaman    : 232
Penerbit              : Kalika
Tahun                  : 2012

Satu lagi karya penulis asal Kalimantan Timur yang terbit awal tahun 2013 ini, yaitu Novel Never Give Up karya Inni Indarpuri. Novel ini merupakan novel ketiga dari Inni. Novel sebelumnya yang berjudul Diantara Dua Cinta dan Gampiran, mengusung setting lokalitas Kalimatan Timur yang khas. Hal berbeda dengan novel Never Give Up ini. Selain bergenre remaja yang penuh cerita, novel ini pun mengambil Kota Samarinda sebagai setting latarnya.
Dikisahkan tokoh utama dalam novel ini yaitu Puri, seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA. Awalnya kehidupan Puri dan keluarga sangat berkecukupan dari segi materi dan penuh kebahagiaan. Hingga ayahnya di vonis menderita penyakit kanker stadium lanjut, mengakibatkan perekonomian keluarga menurun drastis untuk pengobatan sang ayah. Namun hal itu tidak membuat Puri dan keluarga menyerah. Mamanya dengan penuh cinta turut berperan menopang perekonomian sekaligus menguatkan semangat keluarganya untuk terus berjuang hidup tanpa menyerah. Walaupun akhirnya jiwa ayah Puri tidak tertolong karena penyakitnya tersebut.
Masalah yang dihadapi Puri dan keluarga ternyata tidak berhenti begitu saja. Rehana, kakak perempuan Puri, di vonis terkena penyakit Lupus. Lupus merupakan penyakit yang cukup menakutkan. Selain lupus bisa merusak organ tubuh secara terstruktur, akibat yang ditimbulkan penyakit ini bisa menyerang kerusakan jaringan kulit, ginjal bocor, jantung, otak dan syaraf. Apa yang dialami Rehana, ternyata tidak lantas membuatnya putus asa. Disela-sela kenyataan dan perjuangannya menghadapi penyakit lupus, Rehana tetap berusaha menyelesaikan studi pendidikannya. Ia pun selalu berusaha memberikan semangat positif kepada Puri maupun orang-orang sekelilingnya.  Diceritakan pula di novel ini, bagaimana Ridwan sang suami Rehana, yang tetap tulus dan setia mendampingi, walaupun kondisi Rehana yang sudah sakit. Penulis mencoba menggambarkan bagaimana cinta Rehana dan Ridwan menjadi sumber
Kekuatan mereka menjalani hari-hari yang penuh rintangan dan air mata itu.
Tentu saja karena novel ini bergenre remaja, tidak lepas dari kisah remaja pada umumnya. Penulis cukup mahir melukiskan tokoh Puri yang berusia remaja dengan segala ceritanya. Termasuk bagaimana perasaan suka Puri dengan seorang teman sekolahnya bernama Fuad. Atau cerita mengenai persahabatan yang terjalin antara Puri dan kedua sahabatnya, Fifi dan Agustini. Bagaimana mereka bertiga menjalani masa-masa indah bersama di SMA. Termasuk ketika mereka memberi dukungan dan kekuatan saat Puri pun belakangan diketahui terkena penyakit Lupus.
Awalnya Puri mencoba menutup-nutupi penyakit Lupus yang dideritanya. Ia tidak ingin mamanya kuatir dengan kondisinya, mengingat Rehana kakaknya pun dalam kondisi kritis. Namun, tetap Tuhan pula yang berkehendak. Rehana sang kakak pun akhirnya meninggal dunia. Bersamaan itu pula Penyakit Lupus yang di derita Puri mulai bereaksi dan menyerang kakinya. Hal itu membuat Puri harus rela menerima salah satu kakinya di amputasi akibat penyakit Lupus.
Di saat menghadapi masa terpuruk itulah, tidak lantas membuat Puri lama meratapi nasib dan putus asa.  Berkat dukungan mama dan orang-orang terdekatnya, Puri mencoba bangkit dan meraih impiannya kembali. Puri percaya setiap kesulitan pasti akan ada jalan, bila kita percaya dan terus berusaha. Novel ini akan semakin menarik bila Anda baca sendiri. Selain mengharu biru dengan perjuangan Puri dan Rehana, novel ini pun sangat menginspirasi pembacanya untuk tidak menyerah dalam menghadapi permasalahan.
Inni Indarpuri, selaku penulis yang juga merupakan aktivis volunteer dari Suforda, salah satu komunitas Lupus di Kaltim,  cukup jeli menceritakan secara detiil mengenai penyakit lupus di novel ini. Baik ciri-ciri yang biasa penderita alami, pengobatannya, bahkan hal-hal lain yang menyangkut mengenai penyakit ini. Semua coba ia rangkum dalam bentuk aluran cerita dalam novel ini. Termasuk bagaimana konflik yang terjadi antara tokoh utama dan tokoh lainnya .
Sehingga wajar bila saya pribadi katakan, bila novel ini selain memuat unsur moral ikatan kekeluargaan dan persahabatan, dan semangat untuk tidak menyerah dalam menghadapi segala cobaan. Novel ini pun memberikan pelajaran tersendiri untuk pembacanya mengenai penyakit Lupus itu sendiri.
            Semoga novel ini bisa memberikan manfaat dan hikmah tersendiri bagi para pembacanya.  Dan tentu saja saya berharap dunia kepenulisan di Kaltim akan banyak memberikan warna tersendiri di masa yang akan datang.  Amin. 
Read More

Rabu, 02 Januari 2013

Memetik Manfaat dengan Menulis Blog

sumber ; Tribun Kaltim, 2012


Memetik Manfaat dengan Menulis Blog
Oleh : Tri Wahyuni Zuhri, SP
(Koorwill IIDN Bontang, MACIBAKU Bontang
Studio Kata Bontang)

Pertama kali saya mengenal blog di tahun 2005. Saat itu, saya ingin memiliki sebuah website pribadi sebagai wadah menuangkan tulisan hasil pemikiran, foto, memori dan kreativitas saya. Mulailah aktifitas saya mengisi blog secara konsisten dan ternyata memberikan berbagai manfaat yang tidak saya duga sama sekali.
Blog sendiri banyak yang mengartikan sebagai website pribadi yang bisa di up to date secara langsung, fleksible, dan interaktif. Bentuk dan tema blog sendiri bisa diatur sesuai dengan keinginan pemiliknya. Bahkan sebagai pemilik blog, kita dapat menambahkan berbagai fasilitas yang telah disediakan oleh blog sendiri atau mendownloadnya dari internet.
Awalnya saya mengisi blog  dengan pengalaman yang sedang dialami atau hal-hal yang saya sukai sukai. Misalnya saja saat itu saya bercerita mengenai kelahiran dan perkembangan anak saya. Tak lupa saya menyisipkan berbagai foto-foto yang terkait hal tersebut. Saya berharap menyimpan portopholio dan memori tersendiri yang bisa dinikmati melalui blog.
Tulisan-tulisan saya pun berlanjut dengan hasil karya yang terkait dunia penulisan. Awalnya saya ingin mengungkapkan ide atau pemikiran saya melalui tulisan. Tidak disangka beberapa tulisan di blog tersebut ternyata mendapatkan respon positif dari teman atau  orang lain yang begitu mudah mencari tulisan saya melalui searchingdi  google
Blog dan Personal Branding
Tidak bisa dipungkiri, selain blog sebagai wadah menyalurkan tulisan dan kreativitas, blog pun mampu mengangkat personal branding seseorang. Sebutlah saja blog milik Trinity Traveler.   Trinity merupakan seorang travel blogger yang hobby travelling. Ia memanfaatkan blognya untuk menuliskan perngalamannya melakukan traveling keliling ke beberapa negara. Tidak hanya itu, ia pun menyisipkan berbagai dokumentasi, tips dalam melakukan travelling. Tidak disangka setelah itu ia menjadi sangat populer bahkan menjadi penulis buku best seller tentang cerita perjalanannya.
Ada pula seorang dokter yang memanfaatkan blog sebagai wadah berbagi ilmu pengetahuan kesehatan.  Ia juga menjadikan blog sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan para pembaca blog nya. Bahkan tidak jarang para pembaca tersebut memanfaatkan blog tersebut sebagai sarana konsultasi. Banyak manfaat yang di dapat dari blog tersebut, tentu saja nama sang Dokter akan lebih terkenal sebagai pengelola blog kesehatan tersebut.
Begitu pula dengan saya pribadi. Belakangan ini saya tidak hanya menganggap blog sebagai wadah portopholio saja, tetapi menunjang kegiatan menulis. Saya lebih banyak mengangkat tema masalah penulisan dan perkembangan sastra di Kaltim melalui blog pribadi saya di www.yunisukses.comatau diblog komunitas penulisan yang saya kelola.  Terkadang saya memposting karya, buku atau tulisan saya yang telah di publiskasikan di media cetak maupun internet. Tidak hanya itu, saya sering memanfaatkan blog untuk membantu promosi karya buku teman dengan mengulas atau meresensinya.  Harapan saya, melalui tulisan diblog tersebut, akan mempermudah orang lain mencari informasi tentang penulisan maupun perkembangan sastra di Kaltim.
Blog. Lomba dan Penghargaan.
Akhir-akhir ini blog dapat di gunakan sebagai salah satu sarana dalam mengikuti perlombaan, salah satunya perlombaan menulis.  Beberapa pihak penyelenggara lomba menulis bahkan memberikan persyaratan tulisan yang di akan diikutkan lomba harus di posting pada blog.  Tentu saja hal ini menjadi peluang tersendiri bagi pengguna blog. Selain bisa aktif mengisi blog, tentu saja berkesempatan untuk meraih hadiah atau penghargaan sesuai lomba yang di ikuti.  Sebut saja lomba menulis blog KPK yang baru-baru ini di adakan.
Salah satu blogger yaitu Nonadita, bahkan mendapatkan hadiah keliling Indonesia secara gratis dan belajar di luar negeri karena blog. Blog yang dikelolanya mendapatkan penghargaan Microsoft Bloggership Award. Saat ini sering di daulat sebagai pembicara atau pemateri mengenai blog di berbagai acara.
Persahabatan Antar Negara dari Blog
Aktifitas saya mengisi blog terkait penulisan dan perkembangan sastra di Kaltim ternyata membuat cerita baru. Karena blog pula saya bisa berkenalan dengan seorang dosen dari University Of Sydney, sebuah universitas cukup terkenal di Australia. Dosen tersebut bernama Doktor Tiffany Tsao. Saat itu Dr. Tiffany sedang mengadakan penelitian mengenai sastra di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Timur. Kebetulan beberapa tulisan saya mengenai perkembangan sastra Kaltim, saya publish di blog pribadi dan blog komunitas penulisan Studio Kata yang saya kelola.
Saya bersama Doktor Tiffany
berfoto di patung merion di Bontang

          Perkenalan pun berlanjut sebagai jalinan persahabatan sampai sekarang. Bahkan Tiffany sempat berkunjung ke Kaltim untuk bertemu dengan teman-teman sastrawan Kaltim dan saya tentunya.  Hingga saat ini, dengan rajin menulis blog banyak manfaat dan cerita yang saya dapatkan. Tidak hanya bertambah pengalaman dan ilmu, saya pun memiliki teman-teman baru di berbagai daerah dan bahkan di luar negeri. Dengan saling mengunjungi blog mereka, membuat saya bisa lebih banyak belajar dari mereka dan memetik banyak manfaatnya.  Ayo, mari kita menulis J


Read More